Gubernur NTB pastikan jembatan bailey Lombok Timur rampung

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal memastikan akses jalan warga yang sempat terputus lantaran ambruk-nya jembatan akibat banjir bisa kembali normal.

By :  Widodo
Update: 2026-01-16 12:50 GMT

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal bersama rombongan meninjau jembatan bailey yang telah rampung di kerjakan setelah ambruk dihantam banjir di Dusun Beta Desa Perigi Kecamatan Suela, Lombok Timur, Jumat (16/1/2025).

Elshinta Peduli

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal memastikan akses jalan warga yang sempat terputus lantaran ambruk-nya jembatan akibat banjir di Dusun Beta Desa Perigi Kecamatan Suela, Lombok Timur bisa kembali normal setelah pemasangan jembatan bailey rampung dikerjakan.

"Fokus kita sekarang adalah bagaimana menormalisasi kehidupan masyarakat. jembatan bailey ini bisa selesai cepat berkat dukungan TNI," kata Iqbal meninjau pembangunan jembatan di Dusun Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Lombok Timur, yang sebelumnya rusak akibat banjir melalui keterangannya di Mataram, Jumat.

Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Pemprov NTB dalam mempercepat pemulihan pasca-bencana, khususnya pada infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat.

Jembatan tersebut menghubungkan Kecamatan Suela dan Kecamatan Pringgabaya serta menjadi jalur utama bagi anak sekolah, guru, dan akses menuju layanan kesehatan seperti puskesmas. Selain itu, Jembatan Perigi juga berperan penting dalam pengangkutan hasil pertanian warga, mulai dari jagung, srikaya, hingga komoditas lainnya. Jalur ini menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Gubernur NTB menegaskan, penanganan pasca-banjir harus berorientasi pada pemulihan kehidupan masyarakat secepat mungkin. Jembatan darurat di Perigi di bangun menggunakan jembatan bailey dengan bentang 18 meter dan lebar 4 meter, yang dipinjam dari Pangdam IX/Udayana dengan pembiayaan mobilisasi dan pemasangan.

"Saya menghubungi langsung Pangdam dan Danrem 162/WB agar pengerjaan-nya dipercepat," ujarnya.

Elshinta Peduli

Ia mengungkapkan, material jembatan sempat berada di Jawa sehingga membutuhkan waktu mobilisasi. Pada masa darurat, warga sempat membuat akses sementara menggunakan bambu. Namun, berkat kerja cepat lintas pihak, pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari.

Gubernur juga meminta agar segera dilakukan penyempurnaan, termasuk pemasangan pembatas pengaman dan pembangunan tangga oleh BPBD Lombok Timur demi keamanan masyarakat.

Respons cepat pemerintah tersebut disambut rasa syukur warga. Salah seorang warga Desa Perigi, Sidik, menyampaikan apresiasi-nya.

"Kami tidak menyangka bisa secepat ini ditangani. Biasanya pemerintah janji, lama baru ditepati. Sekarang seperti mimpi, alhamdulillah jembatan sudah jadi. Kami sangat bersyukur," ujarnya.

Usai meninjau Perigi, Gubernur NTB melanjutkan kunjungan ke Desa Jurit untuk melihat kondisi jembatan yang juga putus akibat banjir. Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Jurit, Kecamatan Pringgasela, dengan Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.

Iqbal menegaskan, akses ini harus segera dipulihkan karena berkaitan langsung dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, terlebih Lendang Nangka Utara termasuk wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem yang masih tinggi.

"Ini akan segera kita bahas dengan Pak Bupati Lombok Timur agar segera dibangun. Harus ada solusi sementara dan permanen," tegasnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Gubernur juga melaksanakan Shalat Jumat sekaligus bersilaturahmi dengan jamaah Masjid Nurul Hidayah, Dusun Benteng Selatan, Desa Lendang Nangka Utara.

Ia mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong, khususnya dalam membersihkan saluran dan sungai dari sampah serta sedimentasi sebagai langkah pencegahan bencana. Pada dua lokasi kunjungan, Gubernur juga menyerahkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak dari Dinas Sosial P3A NTB dan Baznas NTB.

Sementara, Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsnaul Khalik, memastikan bahwa penanganan kerusakan akibat banjir di wilayah lain, termasuk di Pulau Sumbawa, akan didukung melalui belanja tidak terduga (BTT) APBD 2026, sesuai tingkat kerusakan, dampak langsung bagi masyarakat, serta ketersediaan anggaran.

"Dalam waktu dekat, Gubernur NTB juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa yang terdampak banjir," katanya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News

Larangan domino di Aceh Barat