Gubernur Sumut minta empat pejabat kerja cepat penanganan pascabencana

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta empat pejabat baru bisa kerja lebih cepat dan tepat, terutama dalam penanganan bencana hidrometeorologi di provinsi ini akhir November tahun lalu.

By :  Widodo
Update: 2026-01-02 23:40 GMT

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kedua kiri) didamping Wakil Gubernur Sumut Surya (kedua kanan) mengikuti rapat pembahasan pembangunan hunian tetap pascabencana Sumatera bersama sejumlah menteri secara daring di Medan, Sumut, Kamis (25/12/2025). ANTARA/HO-Diskominfo Sumut

Elshinta Peduli

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta empat pejabat baru bisa kerja lebih cepat dan tepat, terutama dalam penanganan bencana hidrometeorologi di provinsi ini akhir November tahun lalu.

"Saya minta bekerja cepat dan tepat karena kita perlu percepatan, terutama pemulihan pascabencana," kata Bobby Nasution usai melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jumat.

Gubernur mengatakan keempat pejabat pimpinan tinggi pratama ini memiliki peran sangat krusial penanganan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera Utara.

Seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Provinsi Sumut menangani percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi pengungsi terdampak banjir dan longsor.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan huntap empat kabupaten/kota di Lahan Asrama Haji Pinangsori, Tapanuli Tengah, Sumut, Ahad (21/12).

Meliputi 200 huntap area Gelanggang Olahraga di Sibolga, 118 huntap area Asrama Haji Pinangsori di Tapanuli Tengah, 103 huntap Desa Sibalanga di Tapanuli Utara, dan 227 huntap Kebun Karet Hapesong milik PTPN IV di Tapanuli Selatan.

Adapun keempat eselon II dilantik, yaitu Rahmat Hidayat Siregar sebagai Kepala Dinas Perkim, Nurbaiti Harahap menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Illyan Chandra sebagai Kepala Dinas Sosial, dan Sri Suraiani Purnamawati menjadi Direktur UPTD Khusus RS Jiwa Prof Dr M Ildrem.

Elshinta Peduli

"Misalnya Perkim, ikut menangani pembangunan huntap," tutur Bobby.

Sedangkan DPMPTSP Provinsi Sumut, lanjut dia, mengatasi dampak bencana hidrometeorologi atas perlambatan ekonomi.

"Untuk Dinas Sosial perlunya kolaborasi dengan Kementerian Sosial membantu korban bencana, dan RS Jiwa memulihkan mental korban bencana," jelas Bobby.

Gubernur juga kembali mengingatkan agar makna kerja kolaboratif yang menjadi tagline "Kolaborasi Sumut Berkah menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju dan Berkelanjutan".

Pihaknya meminta seluruh ASN di lingkungan Pemprov Sumut memaknainya bukan hanya bekerja bersama, tetapi hasil kerja kolaborasi itu maksimal dirasakan masyarakat.

"Tahun 2026 banyak PR (pekerjaan rumah).harus kita selesaikan, termasuk penyelesaian pascabencana. Saya minta tolong memaknai kolaborasi itu kecepatan dan ketepatan," kata Bobby.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News