IKATSI ingatkan pembentukan BUMN tekstil jangan salah sasaran
IKATSI minta intervensi pemerintah fokus pada biaya produksi dan SDM
Sumber Foto : Sekretaris Jenderal DPP Insan Kalangan Ahli Tekstil Seluruh Indonesia (IKATSI) Rizal Tanzil Rakhman
Sekretaris Jenderal IKATSI, Rizal Tanzil Rakhman, menilai perhatian Presiden terhadap industri tekstil nasional menjadi kabar baik bagi pelaku usaha.
Rizal mengingatkan agar kebijakan pemerintah tepat sasaran dan tidak menimbulkan masalah baru di industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
Pernyataan itu disampaikan Rizal dalam wawancara bersama Radio Elshinta, Rabu (21/01/2026), terkait wacana pembentukan BUMN tekstil.
“Ini tentu menggembirakan karena langsung berasal dari Presiden. Tapi kita juga perlu memastikan kebijakan ini tepat sasaran pada level implementasinya,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan persoalan utama industri tekstil bukan kurangnya pabrik, tetapi biaya produksi tinggi, mesin tua, harga energi mahal, dan keterbatasan SDM terampil.
“Kalau pemerintah membentuk BUMN yang memproduksi tekstil dan garment secara langsung, itu justru berpotensi head to head dengan industri swasta yang sudah ada,” katanya.
IKATSI mendorong intervensi fokus pada penguatan bahan baku hulu, industri permesinan, serta pendidikan dan pelatihan SDM.
Rizal mengusulkan pembentukan Badan Sandang atau Badan Tekstil Nasional untuk mengoordinasikan kebijakan lintas sektor.
“Sayang kalau dana Rp101 triliun hanya untuk membangun pabrik baru. Akan lebih efektif jika dialokasikan untuk subsidi investasi, mesin, dan SDM,” ujar Rizal.
Rizal menutup, penyelamatan industri tekstil nasional harus dimulai dari kebijakan finansial dan regulasi yang mendukung daya saing dan keberlanjutan industri.
Dedi Ramadhani/Rama

