Indodax galakkan literasi aset digital dan kripto untuk cegah FOMO

Update: 2026-02-14 05:00 GMT

CEO Indodax William Sutanto (dalam layar) memberikan pemaparan pada kegiatan Fortune Indonesia Summit di Jakarta, Jumat (13/2/2026). (Antara/HO-Indodax)

Elshinta Peduli

Industri aset digital, kripto, dan teknologi blockchain berkomitmen untuk terus mendorong literasi agar masyarakat tidak mudah terjebak pada fenomena ikut-ikutan atau Fear of Missing Out (FOMO).

PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) secara aktif dan konsisten mendorong literasi aset digital, kripto, dan teknologi blockchain di Indonesia melalui Indodax Academy, kanal edukasi yang membahas berbagai topik seputar blockchain, bitcoin, mining, hingga aset kripto lainnya.

CEO Indodax William Sutanto dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, mengatakan melalui program tersebut pihaknya membangun pemahaman publik terhadap teknologi yang menjadi fondasi industri kripto, sekaligus memperkenalkan pentingnya pendekatan Do Your Own Research (DYOR) dalam mengambil keputusan.

"Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh, pengguna diharapkan mampu menilai risiko, memahami produk, dan mengambil keputusan secara lebih rasional," ujar dia.

Melalui berbagai program pengembangan talenta, lanjutnya, masyarakat akan mampu memahami kripto dan teknologi blockchain secara lebih utuh, termasuk risiko yang ada, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih matang dan bertanggung jawab.

Terkait upaya yang dilakukan tersebut Indodax menjadi salah satu dari 26 perusahaan penerima penghargaan Fortune Indonesia Change the World 2025, karena dinilai memiliki dampak nyata melalui kegiatan bisnis dan inisiatif yang telah dijalankan secara berkelanjutan.

Elshinta Peduli

William mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat peran dan komitmen Indodax dalam menyediakan platform exchange dan membangun industri yang berkelanjutan.

Selain edukasi publik, program literasi Web3 Developer yang dijalankan Indodax juga mendapatkan penilaian dalam penghargaan tersebut. Program itu berfokus pada pelatihan dan mentoring bagi developer lokal agar memiliki keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan ekosistem Web3.

Menurut dia, pengembangan talenta lokal menjadi bagian penting dalam upaya membangun ekosistem kripto yang berkelanjutan di Indonesia.

"Kami percaya pertumbuhan industri ini tidak hanya ditopang oleh jumlah pengguna, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memahami teknologinya secara mendalam," katanya.

Dia menegaskan komitmen perusahaan untuk membangun ekosistem kripto yang lebih inklusif, sehat, dan berkelanjutan, dengan basis pemahaman yang kuat serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten melalui edukasi publik dan pengembangan talenta.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News