Indonesia-Inggris luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi di London, Inggris, Senin (19/1) waktu setempat, yang bertujuan memperkuat kerja sama ekonomi di berbagai sektor strategis.
Kemitraan itu ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mewakili Pemerintah Indonesia, dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle, Senin, bertepatan dengan rangkaian lawatan Presiden Prabowo Subianto di Inggris.
Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, yang turut menghadiri acara peluncuran, menyebut kemitraan tersebut bersejarah bagi hubungan bilateral Indonesia dan Inggris.
“Perjanjian bersejarah ini membawa hubungan perdagangan Inggris-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Kesepakatan ini mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan,” kata Jermey di London, Senin.
Jermey mengatakan kemitraan tersebut juga memperkuat komitmen dua negara untuk bekerja sama mengatasi hambatan nontarif, mendukung pelaku ekspor, serta mendorong investasi dua arah dengan nilai yang lebih besar. Harapannya, Jermey menjelaskan kemitraan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Inggris dapat menciptakan peluang baru bagi dunia usaha, dan memberikan manfaat perekonomian bagi dua negara.
Airlangga bersama beberapa pejabat negara seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mendampingi Presiden Prabowo dalam lawatannya di London minggu ini. Presiden Prabowo tiba pada Minggu (18/1) malam setelah bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu siang.
Di London, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, dan Raja Charles III. Dubes Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menyampaikan dua negara akan menyepakati kemitraan strategis dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan PM Starmer.
Kemitraan itu mencakup kerja sama bidang pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, antisipasi dampak perubahan iklim, energi, dan lingkungan.


