Jelang Ramadhan, harga cabai rawit di Pasar Jatinegara mulai naik
Pedagang cabai dan bawang yang bernama Endah di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (7/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Harga cabai di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, menjelang bulan suci Ramadhan mulai mengalami kenaikan, terutama untuk jenis cabai rawit.
"Menjelang Ramadhan ini, palingan yang sudah mulai naik cabai rawit, sampai Rp70 ribu per kilogram (kg)," kata salah seorang pedagang cabai dan bawang yang bernama Endah (65) di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu.
Dia menyebutkan kenaikan harga cabai rawit sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pada akhir 2025, harga cabai rawit masih sekitar Rp35-40 ribu per kg.
"Iya, memang biasanya gitu. Kalau Ramadhan, banyak yang naik, bisa dua kali lipat atau naik berapa persen. Naiknya juga bisa langsung naik, atau naiknya perlahan," ujar Endah.
Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit itu diduga dipengaruhi oleh pasokan yang mulai berkurang dari daerah penghasil. Kondisi cuaca dan distribusi juga disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan stok komoditas tersebut di pasar. Selain itu, Endah mengatakan kondisi tersebut berbeda dengan jenis cabai lainnya yang justru mengalami penurunan.
Harga cabai keriting dan cabai merah besar terpantau relatif lebih rendah. Saat ini, kedua jenis cabai tersebut dijual dengan harga Rp35 ribu per kg. Harga tersebut turun dibandingkan tahun lalu yang sempat berada pada kisaran Rp50-60 ribu per kg.
"Cabai keriting malah turun, sekarang Rp35 ribu. Cabai merah besar juga Rp35 ribu. Padahal dulu Rp50 ribu ke atas," ucap Endah.
Selain cabai, salah satu pedagang bawang di Pasar Jatinegara, yakni Rohmiati (50) menyebutkan harga bawang terpantau masih stabil menjelang Ramadhan. Bawang putih dijual Rp40 ribu per kg, sedangkan bawang merah berada di angka Rp50 ribu per kg.
"Harga bawang masih normal, belum ada kenaikan sejauh ini," tutur Rohmiati.
Meskipun harga cabai rawit mulai naik, aktivitas belanja masyarakat menjelang Ramadhan belum mengalami peningkatan yang signifikan. Para pedagang mengakui sampai dengan saat ini, pembeli masih relatif sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Biasanya, kalau mau Ramadhan sudah mulai ramai, sekarang masih sepi," ungkap Rohmiati.
Para pedagang pun berharap kenaikan harga cabai tidak terus berlanjut hingga memasuki bulan puasa. Mereka juga mengharapkan agar pemerintah dapat menjaga kelancaran distribusi dan pasokan bahan pangan sehingga harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Pantauan di Pasar Jatinegara pagi ini menunjukkan sebagian besar lapak pedagang masih beroperasi normal. Namun, fluktuasi harga cabai menjadi perhatian utama, mengingat komoditas tersebut merupakan salah satu bahan pokok yang paling banyak digunakan masyarakat dalam kebutuhan sehari-hari.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan stok pangan di Jakarta aman menjelang perayaan Imlek dan bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Dia mengaku terus berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan di sejumlah wilayah yang selama ini menyuplai pangan ke ibu kota.
"Saya selalu berkomunikasi dengan kepala daerah penghasil pangan di seluruh Indonesia yang mereka menyuplai ke Jakarta untuk urusan pangan. Mudah-mudahan, menyambut Imlek, puasa, dan Lebaran, persoalan pangan di Jakarta tidak menjadi persoalan, termasuk daging," kata Pramono, Selasa (3/2).
Dia mengungkapkan saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan stok pangan untuk hari besar keagamaan Imlek hingga Idul Fitri mendatang.


