Jusuf Kalla: Perang Amerika–Iran ancam pasokan BBM dan perdagangan Indonesia

Update: 2026-03-01 11:20 GMT

Jusuf Kalla di Jakarta, Minggu (1/3/2026)

Indomie

Dampak perang antara Amerika Serikat dan Iran dinilai berpotensi mengguncang perekonomian Indonesia. Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla atau JK mengingatkan bahwa sektor energi dan logistik menjadi titik paling rawan terdampak konflik tersebut.

Berbicara di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (1/3/2026), Jusuf Kalla menegaskan kenaikan harga minyak menjadi konsekuensi pertama yang hampir pasti terjadi.

“Ya, pertama tentu harga minyak naik. Pasti itu pertama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketegangan di Timur Tengah juga berisiko memutus rantai distribusi dan jalur perdagangan internasional yang selama ini menopang kebutuhan energi Indonesia.

“Jadi, masalahnya ya kita biasanya mengimpor minyak dari Timur Tengah, karena kita kekurangan. Sekarang pasti stop. Jadi, ekonomi kita akan terkena di situ,” kata JK.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan serius pada pasokan bahan bakar nasional apabila konflik berlangsung lebih lama dari perkiraan.

“Jadi hati-hati akan sulitnya bahan bakar dalam waktu, mungkin sebulan, karena mungkin kita ada persediaan, rata-rata persediaan kita tiga minggu,” tegasnya

Selain pasokan energi, JK juga menilai hubungan perdagangan Indonesia dengan kawasan Timur Tengah dan Eropa berpotensi terganggu akibat meningkatnya ketidakpastian global.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan krisis pasokan dan lonjakan harga agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Arie Dwi Prasetyo/Ter

Elshinta Peduli

Similar News