Kakorlantas nyatakan arus lalin lebaran terkendali, pemudik apresiasi contraflow dan one way

Contraflow dan one way dinilai membantu mengurai kepadatan arus mudik di jalur Jakarta-Bandung, didukung pemantauan teknologi dan pos pelayanan.

Update: 2026-03-21 14:10 GMT

Pemudik di Rest Area di kilometer 57 Tol Jakarta-Cikampek

Indomie

Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyatakan kondisi arus lalu lintas pada Hari Raya Idulfitri 1447 H terpantau terkendali, baik di ruas tol maupun jalan arteri.

‎Pemantauan dilakukan dari Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu (21/3/2026).

‎“Update terakhir lalu lintas, baik di jalan tol maupun arteri, terpantau terkendali. Sempat terjadi peningkatan arus di Cikampek sehingga dilakukan rekayasa lalu lintas dari Km 57 hingga Km 70,” Ujar Agus kepada wartawan saat berada di Media center NTMC Polri, Tol Jakarta-Cikampek KM 29,Sabtu(21/3/2026)

‎Agus menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan strategi menghadapi arus balik, termasuk mengantisipasi potensi kepadatan di sejumlah wilayah aglomerasi seperti Solo Raya, Semarang Raya, Jabodetabek, Bali, dan Malang Raya.

‎“Strategi arus balik sudah disiapkan, termasuk distribusi kendaraan yang mayoritas menuju Jawa Tengah dan sebagian ke Jawa Barat,” Ujarnya.

‎Untuk mendukung kelancaran arus balik, jalur fungsional Tol Japek II Selatan akan dioptimalkan, khususnya pada ruas Sadang hingga Setu saat puncak arus balik.

‎“Tol Japek II Selatan sudah diuji coba dan akan dibuka untuk mendukung arus balik ke arah Jawa Barat,” ujarnya.

Sementara, penerapan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way selama arus mudik Lebaran mendapat apresiasi dari para pemudik yang melintasi jalur Jakarta menuju Bandung. Kebijakan ini dinilai cukup membantu memperlancar arus kendaraan.

Rico, salah satu pemudik rute Jakart-Bandung, menyampaikan bahwa contraflow memberikan dampak positif dalam mengurai kepadatan kendaraan.

Elshinta Peduli

"Menurut saya membantu. Dengan adanya contraflow tersebut arus yang tadinya full bisa berkurang dari situasi yang saya lihat sebelumnya. Dari KM 20 sampai berapa itu padat banget, ketika dari KM 30 adanya contraflow, akhirnya bisa sedikit demi sedikit terurai kepadatan," ujar Rico.

Ia juga menyoroti penggunaan teknologi dalam pengelolaan lalu lintas yang dinilai semakin modern, seperti pemanfaatan drone dan helikopter untuk memantau kondisi jalan secara real-time.

"Saya lihat lebih modern, ditambah dengan adanya drone dan helikopter yang memantau titik kepadatan yang akhirnya bisa sesegera mungkin anggota untuk datang ke titik kepadatan tersebut," tambah Rico.

Sementara itu, pemudik lain bernama Abel yang juga melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung menilai rekayasa lalu lintas sangat membantu dalam mengelola arus kendaraan.

"Rekayasa lalu lintas ini sangat membantu perjalanan mudik,” ungkap Abel.

Selain rekayasa lalu lintas, keberadaan pos pelayanan turut dirasakan manfaatnya oleh para pemudik. Fasilitas tersebut dinilai mampu memberikan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat selama perjalanan.

"Pasti membantu buat masyarakat yang mau mudik ke Jawa terlebih khusus, terutama orang-orang yang mau mudik lain, karena kan pasti kalau udah ada pos pengamanan lebih cepat tanggap," jelas Abel.

Di akhir pernyataannya, pemudik juga mengapresiasi pemerintah termasuk kepolisian yang bertugas mengamankan arus mudik Lebaran tahun ini.

"Terima kasih Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dan Kapolri dan seluruh jajaran yang bertugas untuk mengamankan lebaran tahun 2026 ini," pungkasnya.


Rama Pamungkas

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News