Kebakaran pasar darurat Blora hanguskan satu rumah dan sembilan kios

Kebakaran yang terjadi di Pasar Darurat Rakyat di Jalan Rayat Ngawen-Japah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Sabtu (7/3) malam, mengakibatkan satu rumah dan sembilan kios pedagang hangus terbakar.

By :  Widodo
Update: 2026-03-08 10:50 GMT

Kapolsek Ngawen Polres Blora, AKP Lilik Eko Sukaryono saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lokasi kebakaran di Pasar Darurat Rakyat Ngawen, Jalan Raya Ngawen–Japah, Kelurahan Ngawen, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sabtu (7/3/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Indomie

Kebakaran yang terjadi di Pasar Darurat Rakyat di Jalan Rayat Ngawen-Japah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada Sabtu (7/3) malam, mengakibatkan satu rumah dan sembilan kios pedagang hangus terbakar.

"Kebakaran yang diduga disebabkan karena hubungan arus pendek listrik dari stop kontak di kios darurat milik salah satu pedagang itu diperkirakan terjadi pada Sabtu (7/3) pukul 23.30 WIB," kata Kapolsek Ngawen AKP Lilik Eko Sukaryono di Blora, Minggu.

Akibat kebakaran tersebut, kata dia, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2,225 miliar, sedangkan korban jiwa nihil.

Pertama kali api muncul diketahui oleh Suwadi, pemilik rumah yang berada di dekat lokasi kejadian.

"Saksi melihat percikan api yang kemudian menjalar ke atap kayu bangunan kios pasar," ujarnya.

Suwadi juga sempat berupaya memadamkan api dengan menyiram air. Namun api justru semakin membesar sehingga dia berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Saksi yang mengetahui peristiwa tersebut, lantas menghubungi petugas pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen. Sekitar 10 menit kemudian, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi, namun api sudah membesar dan menjalar ke beberapa bedak pasar lainnya.

"Setelah upaya pemadaman selama sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan," ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, Polisi meminta keterangan dari empat hingga lima orang saksi untuk kepentingan penyelidikan.

Elshinta Peduli

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya sembilan pemilik rumah dan kios pasar mengalami kerugian. Rinciannya yakni rumah, dagangan capil, serta satu unit sepeda motor Suzuki Shogun R tahun 2002 milik Suwadi dengan kerugian sekitar Rp605 juta.

Kemudian kios dan dagangan sembako milik Suparman Rp1 miliar, bedak dan dagangan jajanan milik Bagus Rahman Aprianto Rp100 juta, rumah dan dagangan frozen milik Sutikno Rp30 juta, serta warung makan milik Bayu Ari Wicaksono Rp15 juta.

Selain itu, kata dia, kios dan dagangan sandal serta sepatu milik Nihayatun Ni'mah mengalami kerugian sekitar Rp150 juta, milik Sutimah Rp75 juta, kios dan dagangan pakaian milik Rumiyati Rp150 juta, serta bedak dan dagangan sembako milik Anik Dwi Jayanti sekitar Rp100 juta.

Petugas dari Polsek Ngawen bersama anggota Koramil Ngawen, tim pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora telah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan pendataan kerugian akibat kebakaran tersebut.

Elshinta Peduli

Similar News