Kebun Raya Bogor gelar Festival Pencak Silat untuk lestarikan budaya

Kebun Raya Bogor menggelar Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Bogor Cup III 2025 pada 28–30 November, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

By :  Widodo
Update: 2025-11-29 12:40 GMT

Peserta Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Bogor Cup III 2025 di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. ANTARA/HO-Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya Bogor menggelar Festival Pencak Silat Seni Tradisi Kebun Raya Bogor Cup III 2025 pada 28–30 November, sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Direktur KebunRaya.id Marga Anggrianto di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, mengatakan festival tersebut menjadi ruang ekspresi budaya yang menghubungkan seni bela diri tradisi dengan suasana konservasi alam.

“Festival Pencak Silat Kebun Raya Bogor hadir sebagai bentuk penghormatan dan upaya pelestarian budaya bangsa,” katanya.

Ia menjelaskan penyelenggaraan kegiatan itu di Kebun Raya Bogor memberikan pengalaman budaya yang berbeda bagi masyarakat.

“Kebun Raya Bogor tidak hanya menjadi ruang edukasi lingkungan, tetapi juga ruang ekspresi budaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan perpaduan antara kesadaran lingkungan dan kekayaan tradisi menciptakan kolaborasi yang menguatkan pelestarian ekologi dan warisan budaya.

Festival ini, ujar dia, juga dirancang untuk menarik minat generasi muda terhadap seni bela diri tradisional.

Penyelenggaraan tahun ini melanjutkan keberhasilan dua edisi sebelumnya yang selalu mencatat tingginya partisipasi dari berbagai perguruan silat.

Dia menilai antusiasme tersebut menjadi bukti kuat bahwa pencak silat tetap memiliki tempat penting di kalangan masyarakat.

Sebanyak 348 atlet mendaftar untuk tampil dalam tiga hari kegiatan tersebut. Penampilan dibagi tematik berdasarkan usia guna memberi ruang yang optimal bagi setiap kelompok peserta.

Agenda tersebut pada Jumat bagi pra-usia dini hingga usia dini, Sabtu untuk golongan pra-remaja hingga remaja, dan Minggu bagi kategori dewasa, pembina, hingga sesepuh berasal dari berbagai perguruan.

Festival ini dapat disaksikan secara gratis oleh pengunjung Kebun Raya Bogor. Seluruh penampilan berlangsung di Taman Reinwardt, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB, selama tiga hari penyelenggaraan.

Festival tersebut juga diharapkan menjadi ruang memperkuat ekosistem budaya di ruang publik melalui kolaborasi antar-komunitas, institusi, dan para pegiat seni tradisi.

Pihak penyelenggara menilai kegiatan itu penting untuk menghidupkan kembali semangat persaudaraan dalam dunia persilatan sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya bangsa.

Tags:    

Similar News