Kemdiktisaintek-LPDP berkolaborasi perkuat riset energi dan sampah

Update: 2026-03-27 04:00 GMT

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam pertemuan bersama perwakilan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Jakarta, Kamis (26/3/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Indomie

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat sinergi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam mendukung pelaksanaan riset prioritas nasional yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang energi dan pengelolaan sampah.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menegaskan LPDP memiliki peran strategis dalam ekosistem riset nasional, terutama dalam mendukung program-program prioritas pemerintah.

"LPDP merupakan salah satu pilar penting dalam pengembangan SDM dan riset nasional. Kami berharap kerja sama yang sudah berjalan baik dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan, khususnya untuk mendukung program-program penelitian prioritas," kata Mendiktisaintek.

Mendiktisaintek mengungkapkan sejumlah fokus riset yang menjadi arahan Presiden Prabowo, antara lain pengolahan sampah berbasis teknologi (waste-to-energy), konversi kompor LPG ke kompor listrik, serta pengembangan teknologi konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik.

Program ini mencakup kajian komprehensif dari aspek sosial, ekonomi, hingga kebijakan, di samping menyediakan solusi teknis yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menteri Brian juga mendorong model pelaksanaan riset yang bersifat desentralistik dan berbasis perguruan tinggi melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra industri.

"Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi solusi sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat inovasi," ujar Mendiktisaintek Brian Yuliarto.

Elshinta Peduli

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP Sudarto menyampaikan kesiapan LPDP untuk mendukung program-program prioritas tersebut, termasuk melalui skema pendanaan kolaboratif.

Kedua pihak juga membahas penguatan integrasi antara program beasiswa dan agenda riset nasional, termasuk pengembangan skema kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Hal ini mencakup optimalisasi program internasional serta pemanfaatan jejaring diaspora akademik untuk mendukung kegiatan riset.

"Untuk program-program prioritas seperti konversi energi dan pengelolaan sampah, pada prinsipnya kami siap mendukung. Semakin cepat dirumuskan, semakin baik, dan kami terbuka untuk skema kolaborasi termasuk co-funding bersama mitra," ucap Sudarto.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News