Kemenkes kerahkan 4.000 relawan, mayoritas layanan kesehatan pascabencana Sumatera pulih
Anak pengungsi di Aceh, awal Januari 2026
Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera berdampak serius terhadap layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga puskesmas. Kementerian Kesehatan melakukan penanganan bertahap sejak awal Desember 2025 untuk memastikan layanan kesehatan bagi pengungsi tetap berjalan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan sebagian besar fasilitas kesehatan di wilayah terdampak kini telah kembali beroperasi. Pernyataan itu disampaikan Menkes dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1/2026), bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Budi menjelaskan, dari 87 rumah sakit terdampak, sembilan sempat berhenti beroperasi total akibat banjir dan kerusakan berat. “Dalam dua minggu, sembilan rumah sakit yang sebelumnya berhenti total sudah kembali melayani, meski belum 100 persen,” ujarnya.
Menurut Budi, Kemenkes langsung membentuk Health Emergency Operations Center (HEOC) pada 1 Desember 2025 untuk memetakan aset dan menentukan prioritas pemulihan di tiga provinsi terdampak. Dengan dukungan TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah, rumah sakit di Aceh dan Sumatera Utara kini kembali melayani masyarakat, seperti dikutip dari Radio Elshinta, Rabu siang.
Setelah rumah sakit pulih, Kemenkes memfokuskan pemulihan puskesmas sejak pekan ketiga Desember. Dari 867 puskesmas terdampak, 152 sempat terendam parah dan berhenti beroperasi, namun hingga awal Januari 2026 tinggal tiga puskesmas yang belum dapat berfungsi.
“Tiga puskesmas tersebut rusak berat dan harus dibangun ulang,” kata Budi, seraya menegaskan peran puskesmas sangat vital bagi layanan masyarakat dan ratusan ribu pengungsi. Untuk menjaga layanan, Kemenkes mengerahkan sekitar 4.000 relawan kesehatan yang bertugas secara bergiliran di posko pengungsian.
Memasuki tahap pemulihan ketiga sejak Januari 2026, Kemenkes kini menargetkan pengembalian layanan kesehatan ke kondisi normal, termasuk perbaikan alat medis dan ambulans. “Mudah-mudahan akhir Maret semua fasilitas kesehatan sudah kembali normal,” pungkas Budi.
Penulis: Steffi Anastasia/Mgg/Ter


