Kemensos dan BGN sinergi MBG untuk lansia dan disabilitas

Sinergi Kemensos dan BGN menyasar lansia dan penyandang disabilitas agar program Makan Bergizi Gratis lebih terjangkau dan standar gizinya terukur.

Update: 2026-02-26 06:17 GMT
Indomie

Kementerian Sosial bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas. Pembahasan dilakukan dalam pertemuan antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala BGN Dadan Hindayana di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026).

“Alhamdulillah hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof. Dadan untuk mematangkan program MBG khusus lansia dan penyandang disabilitas. Konsepnya semakin matang dan kita sudah menemukan bentuk kerja samanya,” ujar Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).

Program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas merupakan kelanjutan program Permakanan yang selama ini dijalankan Kemensos. Sebelumnya, bantuan makanan siap santap disalurkan melalui pendamping sosial dan kelompok masyarakat (Pokmas) di daerah. Dalam skema baru, program MBG nasional akan dipadukan agar cakupannya lebih luas, dengan standar gizi yang lebih terukur.

Gus Ipul menjelaskan, penyediaan makanan akan memanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN yang tersebar di berbagai daerah, sementara penjangkauan penerima manfaat tetap melalui mekanisme layanan sosial Kemensos.

“Nanti yang melayani tetap SPPG, sedangkan pengantaran dilakukan oleh Pokmas atau caregiver,” jelas Gus Ipul.

Sasaran program ini adalah lansia dan penyandang disabilitas yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya kelompok desil 1–5. Prioritas diberikan pada lansia rentan dan penyandang disabilitas berat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, sehingga memerlukan dukungan pemenuhan gizi secara langsung.

Elshinta Peduli

“Terima kasih Prof. Dadan, selama ini telah membimbing kami menyusun konsep yang kini sudah terintegrasi dengan MBG secara menyeluruh,” tambah Gus Ipul.

Sementara itu, Dadan menilai sinergi ini akan mempermudah jangkauan layanan bagi kelompok rentan karena jaringan SPPG telah tersedia di berbagai wilayah.

“Saya kira tugas Mensos selama ini akan lebih mudah, karena SPPG ada di setiap wilayah Indonesia dengan radius rata-rata 4 kilometer,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembagian peran antara BGN dan Kemensos membuat proses penyediaan hingga distribusi makanan lebih efektif.

“Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, sementara pengantaran tetap dilakukan petugas Kemensos, yakni Pokmas atau caregiver. Ini sinergi yang bagus untuk mengoptimalkan fasilitas yang ada,” jelas Dadan.

Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, jajaran staf khusus dan tenaga ahli Menteri Sosial, serta Tenaga Ahli BGN Arief Nur Rakhman.


Suwiryo

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News