Kemensos nyatakan 89 ribu pasien Katastropik tetap terima bantuan PBI

Melalui proses ground check tahap pertama, Kementerian Sosial memverifikasi puluhan ribu penderita penyakit berat agar iuran BPJS Kesehatan tetap ditanggung negara.

Update: 2026-04-02 13:50 GMT
Indomie

Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan puluhan ribu peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang menderita penyakit katastropik tetap mendapatkan haknya.

Kepastian ini diperoleh setelah Kemensos menyelesaikan proses verifikasi lapangan atau ground check tahap pertama terhadap 106.000 jiwa. Hasilnya, lebih dari 89.000 jiwa telah teridentifikasi dan dipastikan layak menerima bantuan karena kondisi kesehatannya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa proses ini bertujuan untuk memastikan bantuan iuran pemerintah tepat sasaran, terutama bagi warga dengan penyakit berat seperti jantung, gagal ginjal, atau kanker.

“Jadi 89 ribu itu sudah bisa diidentifikasi dengan baik, sudah bisa bertemu, sudah bisa diwawancarai. Yang kemudian bisa dipastikan memang benar penerima manfaat tersebut adalah masuk bagian dari yang menjadi sama dengan data yang kita miliki, yaitu memiliki penyakit katastropik,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).

Selain menemukan penerima yang tepat, proses verifikasi yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) ini juga mengungkap adanya data yang tidak lagi valid. Tercatat lebih dari 3.000 peserta telah meninggal dunia dan sekitar 9.000 jiwa lainnya belum ditemukan di lapangan.

“9 ribu lebih belum ditemukan, artinya belum diketahui mungkin karena alamatnya pindah, atau juga belum mau ditemui atau seperti apa ini masih perlu waktu untuk menjawabnya, dan 3 ribu lebih diantaranya meninggal dunia,” ujar Gus Ipul.

Elshinta Peduli

Meski ada ribuan peserta yang meninggal dunia, Gus Ipul menegaskan bahwa alokasi bantuan tidak akan berkurang. Jatah tersebut secara otomatis akan dialihkan kepada calon penerima manfaat lain yang membutuhkan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan pihaknya segera memulai ground check tahap kedua. Fokus utamanya adalah memverifikasi 11 juta individu peserta PBI yang sempat dinonaktifkan.

“Kami akan melakukan segera persiapan untuk melakukan ground check PBI tahap kedua dari yang 11 juta individu PBI yang sempat dinonaktifkan,” kata Amalia.

Terkait proses reaktivasi, Gus Ipul menambahkan bahwa per April 2026, sebanyak 800.000 penerima manfaat sudah berhasil diaktifkan kembali status kepesertaannya.

“Jadi ada 3, dari 800 ribu itu ada yang aktif kembali sebagai penerima manfaat PBI, kemudian yang kedua dibiayai oleh Pemda, dan yang ketiga adalah beralih ke segmen mandiri,” pungkas Mensos.

Kemensos menargetkan seluruh proses verifikasi lapangan ini rampung dalam waktu satu bulan.

Suwiryo/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News