Kemhan sebut pembelian KF-21 Boramae masih dalam proses penjajakan

Update: 2026-04-02 04:00 GMT

Arsip foto - Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Karo Humas dan Infohan Setjen Kemhan RI) Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait. ANTARA/HO-Biro Humas dan Ifohan Sekretariat Jenderal Kemhan RI/pri.

Indomie

Kementerian Pertahanan memastikan pemerintah masih dalam proses penjajakan terkait rencana pembelian pesawat tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan.

"Perlu kami sampaikan bahwa rencana terkait pesawat tempur KF-21 Boramae saat ini masih berada pada tahap penjajakan. Belum terdapat keputusan final mengenai jumlah maupun skema pengadaannya," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut dikatakan Rico merespon soal isu pihak Korea Selatan siap mengirim 16 unit pesawat KF-21 sesuai dengan permintaan Indonesia. Kendati demikian, Rico tidak menutup kemungkinan pihaknya akan meneken kontrak pembelian pesawat hasil rakitan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan itu dalam waktu dekat.

Rico memastikan pihaknya akan menyesuaikan pengeluaran anggaran untuk membeli KF-21 dengan kondisi keuangan negara.

"Realisasi kontrak pengadaan akan sangat bergantung pada ketersediaan anggaran negara serta hasil kajian menyeluruh terhadap kebutuhan operasional TNI. Saat ini, kebutuhan anggaran masih dalam proses perhitungan dan evaluasi," jelas Rico.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa pihak Korea Selatan akan mengirim 16 unit pesawat KF-21 ke Indonesia. Kabar tersebut diunggah akun instagram khusus isu pertahanan@isds.indonesia. Dalam keterangan yang diunggah akun instagram tersebut, dikatakan bahwa The Korea Time menyebut Indonesia rencananya akan membeli 16 unit, jauh lebih sedikit dari rencana awal sebesar 48 unit.

Unggahan akun instagram itu menyebut jumlah pembelian Indonesia menurun karena pertimbangan anggaran.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News