Kepala BGN Dadan Hindayana : Tahun 2026 momentum peningkatan kualitas MBG

Update: 2026-04-03 05:51 GMT
Indomie

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG), seiring dengan masifnya perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Menurut Dadan, fokus pemerintah kini tidak lagi sekadar pada ekspansi jumlah layanan, melainkan memastikan kualitas dan standar pelayanan gizi berjalan merata di setiap dapur MBG.

“Perlu saya sampaikan bahwa 2026 ini adalah tahun peningkatan kualitas dan juga tahun peningkatan efektivitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis. Ini sudah kita tetapkan dari awal,” ujar Dadan dalam wawancara bersama Radio Elshinta Edisi Pagi, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, pada fase awal program, prioritas pemerintah adalah memperluas jangkauan layanan agar pemenuhan gizi masyarakat dapat segera dirasakan secara luas. Namun, dengan jumlah SPPG yang kini telah mencapai ribuan unit, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi kualitas di lapangan.

“Dengan bertambahnya SPPG, maka tantangan berikutnya adalah bagaimana agar kualitasnya dapat merata satu dengan yang lain,” jelasnya kepada news anchor Suwiryo.

Saat ini, tercatat ada 6.120 SPPG yang telah terbentuk dari target 26.000 dapur MBG secara nasional. Program ini juga telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat, sehingga aspek kualitas, keamanan pangan, hingga efektivitas distribusi menjadi perhatian utama pemerintah.

Elshinta Peduli

Dadan menegaskan, langkah pengetatan pengawasan yang dilakukan BGN merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto agar kualitas layanan terus ditingkatkan.

Karena itu, BGN kini melakukan pengawasan ketat, termasuk melalui inspeksi mendadak (sidak) serta membuka kanal aduan masyarakat untuk memastikan setiap pelanggaran dapat segera ditindak.

“Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, terutama dengan munculnya berita-berita yang kurang baik, kita melakukan pengetatan regulasi dan SOP yang lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya,” tegasnya.

Perlu diketahui, Badan Gizi Nasional (BGN) menyediakan layanan aduan terpusat bernama Sahabat Gizi 127 sebagai kanal resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai laporan terkait program Makan Bergizi Gratis. Pengaduan dapat dilakukan melalui telepon, WhatsApp, maupun email, dan dilayani selama 24 jam oleh puluhan petugas.

Selain jalur formal tersebut, BGN juga membuka ruang partisipasi publik melalui media sosial, di mana masyarakat dipersilakan mengunggah temuan di lapangan. Setiap laporan yang beredar akan ditelusuri dan diverifikasi oleh tim BGN untuk memastikan keasliannya. Jika terbukti valid, laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi kepada pihak terkait.

Sejalan dengan upaya tersebut, BGN juga telah menjatuhkan sanksi kepada ribuan SPBG yang dinilai belum memenuhi standar, mulai dari teguran hingga penghentian sementara operasional (suspend). Namun, Dadan menekankan bahwa sanksi tersebut bersifat dinamis dan bertujuan mendorong perbaikan.

“Yang di-suspend ini sifatnya sementara. Ketika mereka melakukan perbaikan sesuai standar, maka bisa kembali beroperasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah tegas ini diambil demi memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar sanitasi, pengelolaan limbah, serta kualitas makanan yang layak bagi masyarakat.

Dengan strategi ini, BGN optimistis program MBG tidak hanya luas jangkauannya, tetapi juga memiliki kualitas yang terjaga secara konsisten di seluruh Indonesia.

Sukma Salsabilla/Ter

Elshinta Peduli

Similar News