Korlantas terapkan strategi spesifik di tiap daerah pada arus balik Lebaran 2026
Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas pada arus balik Lebaran tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik kepadatan di masing-masing daerah.
Agus menjelaskan, sebelum penerapan skema besar seperti one way nasional, Korlantas telah menyiapkan tactical program yang menjadi panduan bagi jajaran di wilayah, mulai dari langkah penanganan, penempatan personel, hingga cara bertindak di lapangan.
“Sebelum skenario besar dilakukan, kami sudah siapkan tactical program di masing-masing wilayah, baik di Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun Jawa Barat, dengan langkah dan pola penanganan yang disesuaikan,” ujar Agus kepada wartawan saat berada di Media center NTMC Polri, Tol Jakarta-Cikampek KM 29, Sabtu (21/3/2026).
Agus menambahkan bahwa kebijakan one way nasional tetap menjadi kewenangan Korlantas Polri, namun implementasi di lapangan dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi arus di jalur arteri maupun alternatif.
“Satu perintah one way nasional itu dari Korlantas Polri, tetapi pengelolaan hambatan samping di jalur arteri dan alternatif dilakukan bersama, menyesuaikan flow yang diprioritaskan," ujarnya
Untuk wilayah Jawa Timur, Agus menyoroti potensi kepadatan di kawasan aglomerasi Malang Raya, khususnya menuju destinasi wisata seperti Batu. Rekayasa lalu lintas berupa one way dan contraflow akan diterapkan secara situasional berdasarkan waktu dan volume kendaraan.
“Di Malang Raya, terutama ke arah wisata Batu, pasti padat. Akan dilakukan one way dan contraflow, misalnya pagi ke atas dan sore ke bawah, dengan pengaturan berbasis perhitungan volume kendaraan,” ujarnya.
Selain itu, titik lain seperti Mengkreng juga menjadi perhatian karena kerap terjadi kepadatan, sehingga diperlukan prioritas pergerakan kendaraan menuju kota-kota besar seperti Surabaya dan Kediri.
Agus juga menyebutkan bahwa kepadatan serupa diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Bali (Legian), Jawa Tengah (Solo Raya dan Semarang Raya), termasuk jalur Ungaran, Salatiga, hingga Karanganyar yang mengarah ke kawasan wisata.
“Kami sudah mengantisipasi seluruh titik tersebut dan telah menjelaskan skemanya dalam rapat koordinasi, sehingga pelaksanaannya di lapangan bisa berjalan optimal," tutupnya.
Farens Excel/Ter


