KPPPA sampaikan duka mendalam anak tewas dianiaya ibu tiri di Sukabumi
Ilustrasi - Seorang anak melintas dekat graffiti "save anak" sebagai bagian dari kampanye perlindungan pada anak di Jakarta. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya seorang anak laki-laki yang diduga karena mengalami penganiayaan berat oleh ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Kami turut berdukacita atas meninggalnya seorang anak di Sukabumi. Tentu ini menjadi keprihatinan kita semua di tengah-tengah umat Islam menyambut dan melaksanakan ibadah puasa, seorang anak meninggal dengan ditemukan lebam dan luka di tubuhnya," kata Plt Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Indra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
KemenPPPA saat ini masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait kasus ini.
"Kita masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari polisi mengenai penyebab meninggalnya," kata Indra Gunawan.
Sementara mengenai adanya dugaan kekerasan pada anak, pihaknya menduga ada masalah dalam pengasuhan anak di dalam keluarga.
"Resiliensi keluarga dan penguatan peran keluarga sebagai fungsi pengasuhan dan pendidikan yang pertama dan utama perlu terus dikuatkan untuk melindungi anak-anak kita dari berbagai kasus kekerasan yang bisa dilakukan oleh orang terdekat dengan anak," kata Indra Gunawan.
Sebelumnya, seorang anak laki-laki (12) meninggal dunia diduga karena dianiaya oleh ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban meninggal dengan luka lebam dan luka bakar pada tubuhnya. Korban sehari-harinya tinggal di pesantren. Namun saat kejadian, korban sedang libur untuk persiapan awal puasa bersama keluarga.
Ketika itu, ayah korban yang tengah bekerja di Kota Sukabumi, ditelpon istrinya yang memintanya segera pulang dengan alasan korban jatuh sakit. Setibanya ayah korban pulang ke rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS tersebut.

