Mendikdasmen ajak ekosistem pendidikan dukung gerakan hemat energi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melakukan tanya jawab dengan media usai kegiatan Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan di Kantor Badan Bahasa, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026). ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengajak ekosistem pendidikan untuk mendukung transformasi budaya kerja dan gerakan hemat energi sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan nasional.
Ia mengatakan transformasi itu tidak hanya mendorong efisiensi dan adaptivitas birokrasi, namun juga memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal dan bermutu bagi seluruh masyarakat.
“Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Inilah transformasi menuju masa depan, di mana kita tetap produktif, layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,” kata Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta Pusat pada Sabtu.
Ia mengatakan transformasi kerja tidak mengurangi layanan, melainkan justru memastikan layanan tetap hadir untuk semua. Muti menegaskan pelaksanaan kebijakan dan program pendidikan tetap berjalan tanpa henti dengan dukungan berbagai kanal layanan yang mudah diakses masyarakat.
Aparatur Sipil Negara (ASN), kata dia, harus menjadi teladan dalam penerapan budaya kerja baru, satuan pendidikan didorong mengembangkan praktik baik dalam kebiasaan hemat energi, dan masyarakat menjadi bagian aktif dalam gerakan ini.
Perubahan cara kerja dan gaya hidup hemat energi merupakan bagian dari upaya kolektif untuk membangun masa depan yang lebih adaptif dan berkelanjutan, tanpa mengurangi kualitas layanan publik, khususnya di sektor pendidikan.
Dalam implementasinya, kebijakan tersebut bertumpu pada beberapa arah strategis, antara lain penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN selama satu hari kerja setiap minggu (hari Jumat), efisiensi penggunaan kendaraan dinas, pengurangan perjalanan dinas, serta penguatan program hemat energi termasuk optimalisasi transportasi publik dan perluasan Car Free Day (CFD).
“Work From Home bukan berarti libur, ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya saja dari lokasi yang berbeda, sementara layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses,” ujar Mu’ti.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum, bersepeda, atau jalan kaki untuk menuju dan pulang dari sekolah.
Selain itu, ia pun mengimbau orang tua untuk tidak mengantarkan anaknya dengan kendaraan pribadi yang berlebihan serta, mendorong pemerintah daerah (Pemda) untuk memfasilitasi jalur untuk pengendara sepeda dan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya hemat energi.


