Menkop sebut keberadaan ritel modern di desa perlu diatur
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono berbicara dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-52 Kospin Jasa di Yogyakarta, Sabtu (14/02/2026). (ANTARA/HO-Kemenkop)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemerintah tidak berencana menyetop ekspansi jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, melainkan melakukan pengaturan terhadap keberadaannya, terutama di wilayah pedesaan. Menurut Ferry, desa sebaiknya tidak didominasi oleh ritel modern karena sudah memiliki Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
“Iya sebaiknya desa jangan Alfamart dan Indomaret karena sudah ada Kopdes, karena biar uang itu berputar di desa tidak ke pemilik saham yang di Jakarta,” katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan Ferry merespons kabar yang menyebutkan bahwa pemerintah akan menghentikan ekspansi ritel modern seiring beroperasinya Kopdes Merah Putih.
“Perlu dievaluasi keberadaan ritel modern yang ada dengan perizinannya. Saya banyak mendengar dari kepala daerah bahwa mereka akan moratorium peraturan tentang keberadaan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart dan harus diatur kembali,” kata dia menambahkan.
Ferry menegaskan meski tanpa ritel modern, pemerintah menyiapkan strategi penguatan Kopdes Merah Putih yang ditargetkan tumbuh hingga puluhan ribu unit. Kehadiran koperasi ini diyakini mampu membuka lapangan kerja bagi generasi muda milenial dan Gen Z, sekaligus menjadi wadah pemasaran produk lokal dan UMKM.
Selain itu, ia memastikan Kopdes Merah Putih akan tetap menjalin kerja sama dengan warung tradisional, termasuk warung Madura serta ritel digital.
“Pilihan saya sebagai Menteri Koperasi yang menjalankan fungsi sebagai aparatur ideologis Presiden adalah masyarakat harus menjadi pelaku ekonomi dengan koperasi sebagai badan usahanya. Ada tantangannya pasti, tapi kami optimistis,” ucap dia.

