Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pulih usai pingsan, stafsus pastikan kondisi normal
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dipastikan dalam kondisi pulih dan stabil usai sempat pingsan saat memimpin upacara penghormatan dan pelepasan jenazah korban insiden pesawat ATR yang menewaskan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Minggu (25/1/2026).
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik, Doni Ismanto, menegaskan peristiwa tersebut murni akibat kelelahan fisik setelah rangkaian tugas intensif, termasuk mendampingi Presiden RI dalam kunjungan ke London dan menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
“Beliau kecapean. Setelah dari London, lanjut WEF Davos, baru tiba Sabtu malam, lalu pagi harinya langsung memimpin upacara. Hasil observasi dokter menyatakan semuanya normal, hanya butuh istirahat,” kata Doni Ismanto dalam wawancara Radio Elshinta, edisi Siang, Minggu (25/1/2026).
Doni menjelaskan, selama berada di Eropa, Menteri Trenggono tetap memantau langsung proses pencarian, identifikasi korban, serta perkembangan penanganan insiden pesawat ATR. Bahkan, kata dia, komunikasi dan koordinasi dengan jajaran KKP di Jakarta dilakukan secara rutin meski berada di luar negeri.
“Beliau all out. Di Eropa pun terus menerima laporan, memberikan arahan, dan memastikan pendampingan kepada keluarga korban tetap berjalan,” ujarnya.
Menurut Doni, sebelum kejadian tersebut tidak ada keluhan kesehatan yang disampaikan Menteri Trenggono kepada staf. Aktivitas padat ditambah perbedaan waktu dan kondisi jet lag diduga menjadi faktor utama yang memicu kelelahan.
“Beliau terlihat prima selama kegiatan. Tapi mungkin tubuh belum sepenuhnya beradaptasi dengan perbedaan waktu, ditambah beban fisik dan mental pascakejadian musibah ini,” jelas Doni.
Meski sempat pingsan, Doni memastikan Menteri Trenggono tetap menunjukkan komitmen penuh dalam penanganan insiden pesawat ATR. Sejak awal kabar musibah diterima, Menteri KKP langsung mengambil alih kendali dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.
“Beliau sejak awal langsung in charge, memimpin konferensi pers, dan memastikan negara hadir untuk keluarga korban,” katanya.
Terkait dukungan bagi keluarga korban, KKP telah menyiapkan sejumlah langkah konkret. Mulai dari pendampingan pendidikan bagi anak korban hingga selesai sekolah, pencairan asuransi, santunan, hak Taspen, serta pemberian kenaikan pangkat luar biasa bagi pegawai negeri yang menjadi korban.
“Arahan beliau jelas, negara harus hadir. Keluarga korban harus kita perhatikan sepenuhnya,” tegas Doni.
Doni juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan doa masyarakat Indonesia terhadap kondisi kesehatan Menteri Trenggono. Ia berharap dukungan tersebut menjadi energi positif bagi pemulihan sang menteri.
“Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat. Semoga Pak Menteri selalu sehat dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” tutup Doni.
Dedy Ramadhany/Ter


