Mentrans Iftitah: Gunakan anggaran dengan efisien, sentuh rakyat, cegah kebocoran

Update: 2025-08-30 12:58 GMT

Radio Elshinta/ (Awaluddin Marifatullah)

Mataram-Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara meminta seluruh jajarannya memaksimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi kesejahteraan transmigran. Arahan ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Kementerian Transmigrasi dengan Pemda Nusa Tenggara Barat dan dinas terkait yang mengurusi transmigrasi, Jumat (29/8).

“Anggaran harus diserap dan dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya. Arahan Bapak Presiden jelas, lakukan efisiensi, arahkan ke program yang betul-betul menyentuh rakyat, dan cegah kebocoran,” tegas Menteri Iftitah kepada jajarannya di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Menteri Iftitah menjelaskan, pada 18 Februari 2025 Presiden telah menyetujui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp2,55 triliun untuk Kementerian Transmigrasi. Namun karena kementerian ini masih baru dan regulasinya harus dibenahi, sebagian anggaran tidak dapat dieksekusi tepat waktu sehingga langsung dikembalikan lagi ke negara. Apalagi anggaran tersebut baru dicairkan pada 1 Juli lalu.

“Kita mengembalikan Rp777 miliar ke negara agar anggaran tersebut betul-betul bisa diselamatkan dan penyerapannya lebih maksimal,” ungkap Menteri Iftitah,

Menteri Iftitah juga meminta koordinasi yang erat antara Kementerian Transmigrasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi sangat penting mengingat jumlah SDM di kementerian masih terbatas sementara kebutuhan lapangan sangat besar.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Iftitah mengatakan baru saja mengirimkan 2.000 peneliti dalam program Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Mereka terdiri dari mahasiswa S1, S2 dan S3 serta para dosen hingga guru besar yang dikirim ke 154 kawasan transmigrasi.

Program ini menjadi bagian dari strategi baru pembangunan kawasan transmigrasi yang difokuskan bukan lagi pada pemindahan penduduk, melainkan pengembangan wilayah transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Transmigrasi hari ini bukan sekadar memindahkan orang, tetapi membangun kawasan sebagai pusat ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tutur Menteri Iftitah. (Awaluddin Marifatullah).

Similar News