Pembangunan gudang obat di Jakbar dimulai setelah Lebaran

Update: 2026-02-03 07:18 GMT

Arsip foto - Petugas memeriksa tempat penyimpanan di Laboratorium BPOM, Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2025). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/bar/aa.

Elshinta Peduli

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan segera membangun gudang baru penyimpanan obat-obatan di wilayah Duri Kosambi, Jakarta Barat (Jakbar), yakni setelah Lebaran 2026.

"Target kita segera dimulai habis Lebaran 2026," ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Saat ini, kata dia, pembangunan gudang tersebut masih dalam tahap pengajuan lelang.

"Baru mau mengajukan proses lelang ke e-Lelang," tutur Sahruna.

Dia menjelaskan pembangunan tersebut dilakukan menyusul gudang penyimpanan yang lama milik Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, terbakar pada 2024. Nantinya, gudang baru itu digunakan untuk menyimpan seluruh jenis obat-obatan, termasuk vaksin yang digunakan bagi kebutuhan pelayanan kesehatan di Jakbar.

Sementara itu, saat ini Suku Dinas Kesehatan Jakbar memanfaatkan gudang penyimpanan sementara di Puskesmas Grogol Petamburan. Sebelumnya, Suku Dinas Kesehatan Jakbar membantah melakukan penyimpanan obat Human Immunodificiency Virus (HIV) dan vaksin tidak layak di kawasan Grogol Petamburan.

Menurut Sahruna, penyimpanan di Puskesmas Grogol Petamburan tetap memenuhi standar yang berlaku, kendati ruangan penyimpanan berukuran kecil.

"Dengan ruangan yang seadanya di Puskesmas Gropet (Grogol Petamburan), penyimpanan tetap dilaksanakan sesuai SOP (standar operasional prosedur) yang berlaku, meski bangunan memang kurang memenuhi," kata Sahruna pada 21 Januari 2026.

Terkait obat HIV yang dinilai menimbulkan bau menyengat, dia menegaskan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan uji sampling terhadap obat-obatan tersebut.

Elshinta Peduli

"Untuk obat HIV yang dikeluhkan bau oleh pasien, sudah dilakukan uji sampling oleh BPOM, dan dinyatakan obat tersebut layak konsumsi," ujar Sahruna.

Hal itu disampaikan Sahruna menyusul temuan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Yudha Permana dalam kunjungannya pada November 2025. Dalam temuannya, Yudha menyebutkan ruangan penyimpanan obat HIV dan vaksin di Puskesmas Grogol Petamburan terlalu sempit, apek, dan pendingin ruangannya yang tidak memenuhi standar.

Sementara itu, Sahruna menilai ruangan penyimpanan yang kecil itu telah disesuaikan dengan ukuran penyimpanan cold chain (sistem penyimpanan untuk menjaga obat tetap pada suhu terkendali).

"Tempat penyimpanan vaksin terlalu kecil dan sempit, sehingga penyimpanan cold chain disesuaikan mengikuti luas ruangan yang ada," ungkap Sahruna. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News