Pemerintah jamin ketersediaan BBM di wilayah terluar Kalimantan Utara
Pemerintah menjamin ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) terus terjaga hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), salah satunya melalui program BBM Satu Harga di Kalimantan Utara (Kaltara).
Pengangkutan BBM menggunakan pesawat Air Tractor dari Bandara Juwata, Tarakan, Kaltara, menuju Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kaltara, yang berbatasan dengan wilayah Serawak, Malaysia, Sabtu (28/3/2026). ANTARA/HO-Humas BPH Migas.
Pemerintah menjamin ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) terus terjaga hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), salah satunya melalui program BBM Satu Harga di Kalimantan Utara (Kaltara).
"Ini (penyediaan BBM) merupakan tugas negara dalam rangka menyiapkan dan distribusi BBM hingga ke wilayah 3T. Wilayah tersebut bukan wilayah yang mudah dijangkau," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Upaya untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di wilayah 3T dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis transportasi (multimoda), mulai dari angkutan darat, laut, hingga udara.
Wahyudi menyaksikan langsung proses pengangkutan BBM menggunakan pesawat Air Tractor dari Bandara Juwata, Tarakan, Kaltara, menuju Bandara Yuvai Semaring, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kaltara, Sabtu (28/3/2026). Wilayah ini berbatasan dengan wilayah Serawak, Malaysia.
"Dengan effort (upaya keras) dan resiko yang sangat tinggi untuk dapat mengirimkan BBM bagi masyarakat yang benar-benar sulit terjangkau," ujar Wahyudi.
Apresiasi disampaikan Wahyudi atas upaya Pertamina Patra Niaga yang selalu menjaga ketersediaan BBM subsidi dan kompensasi negara hingga pelosok negeri.
"Perlu diberikan apresiasi atas segala upaya yang dilakukan, karena BBM ini adalah barang yang flammable (mudah terbakar) dan ini dikelola oleh transportasi pesawat khusus, Air Tractor yang disewa oleh Pertamina Patra Niaga untuk melakukan pengiriman BBM ke wilayah 3T," kata dia.
Pengiriman BBM menggunakan Air Tractor ini dilakukan maksimal tiga kali dalam sehari.
Pilot yang menerbangkan pesawat jenis Air Tractor juga harus memiliki sertifikasi khusus untuk mengawaki armada yang menjadi garda terdepan distribusi BBM hingga wilayah terluar NKRI.
Armada ini dapat menampung 3 ribu liter Biosolar atau 4 ribu liter Pertalite. Dalam sekali pengiriman, total waktu tempuh Air Tractor untuk menghadirkan BBM ke wilayah 3T hingga kembali ke Bandara Juwata adalah sekitar 2 jam perjalanan.
Setelah tiba di bandara tujuan, BBM kemudian dipindahkan ke mobil jenis double cabin dengan kapasitas memuat BBM 1 kiloliter untuk disalurkan ke empat penyalur BBM Satu Harga di 4 kecamatan Kabupaten Nunukan.
Lama waktu pengiriman BBM subsidi ke penyalur BBM 1 Harga juga bervariasi. Untuk wilayah Krayan Selatan contohnya, jaraknya mencapai sekitar 30 hingga 40 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 2-3 hari, yang mana waktu tempuh pengiriman BBM subsidi juga sangat tergantung dengan kondisi cuaca.
"Insya Allah, komitmen negara untuk hadir menyediakan BBM satu harga di wilayah 3T terus dapat dijalankan dengan baik dan lancar," tuturnya.


