Pemkab Bogor: Pasokan pangan aman meski harga sebagian naik

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memastikan pasokan bahan pangan di wilayahnya aman meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa.

By :  Widodo
Update: 2026-03-18 03:20 GMT

Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika sidak di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026). ANTARA/M Fikri Setiawan.

Indomie

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memastikan pasokan bahan pangan di wilayahnya aman meski sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan secara umum ketersediaan bahan pokok masih terjaga, meski terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas menjelang Idul Fitri.

“Secara umum aman. Yang sensitif memang minyak goreng, di beberapa daerah juga sama. Harga bahan pokok lainnya fluktuatif,” kata Ajat usai melakukan sidak di Pasar Cibinong.

Ia menjelaskan, dari hasil pemantauan di lapangan ditemukan harga minyak goreng bersubsidi Minyakita dijual sekitar Rp19.000 per liter, lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.

Selain itu, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp100.000 per kilogram menjadi Rp120.000 per kilogram. Sementara harga ayam broiler naik dari Rp38.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.

Di sisi lain, beberapa komoditas pangan lainnya terpantau relatif stabil, antara lain beras, daging sapi, bawang merah, serta telur ayam.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor Mely Kamelia mengatakan pasokan bahan pokok secara umum masih mencukupi meski terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas.

Elshinta Peduli

“Beras dan terigu masih aman. Daging sapi dan ayam memang mulai naik tetapi pasokan lancar. Minyakita agak tersendat karena pasokan dari Bulog terbatas,” ujar Mely.

Ia menambahkan kenaikan harga cabai rawit juga terjadi dalam beberapa hari terakhir, dari sekitar Rp95.000 menjadi Rp120.000 per kilogram.

Meski demikian, menurut dia, kenaikan harga sebagian komoditas juga menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Untuk menjaga stabilitas harga, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor akan terus melakukan pemantauan di sejumlah pasar, termasuk selama masa cuti bersama pada 18–20 Maret.

“Petugas dari Disdagin akan tetap memantau harga-harga di pasar agar kondisi tetap terkendali,” kata Mely.

Elshinta Peduli

Similar News