Pemkab Temanggung kerjakan perbaikan Jalan Rowoseneng–Tlogopucang

Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melakukan perbaikan ruas Jalan Rawaseneng–Tlogopucang, Kandangan, dengan dana APBD Perubahan 2025.

By :  Widodo
Update: 2025-11-30 13:50 GMT

Pengerjaan Jalan Rowoseneng-Tlogopucang mulai dikerjakan di Temanggung, Minggu (30/11/2025). ANTARA/Heru Suyitno.

Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melakukan perbaikan ruas Jalan Rawaseneng–Tlogopucang, Kandangan, dengan dana APBD Perubahan 2025.

Perbaikan jalan ini menyasar pada peningkatan akses jalan sepanjang 3,3 kilometer dengan anggaran sekitar Rp1,8 miliar.

Bupati Temanggung Agus Setyawan saat meninjau langsung proyek tersebut di Kandangan Temanggung, Minggu, menegaskan pekerjaan ini merupakan prioritas karena kondisi jalan sebelumnya sangat rusak.

"Kondisi awal rusak parah, sudah seperti kali asat. Terakhir dibangun tahun 2006, jadi sudah 17 tahun,” katanya.

Ia menjelaskan dana sebesar Rp1,8 miliar lebih berasal dari APBD Perubahan 2025. Dana itu hasil pengalihan anggaran pembelian mobil dinas dan rencana pembangunan greenhouse.

"Karena aksesibilitas masyarakat lebih penting, maka greenhouse kita tunda ke 2026,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan jalan ini dapat meningkatkan mobilitas warga Desa Tlogopucang menuju desa maupun kecamatan lain.

Ia menyampaikan pembangunan jalan tahap berikutnya dari Tlogopucang menuju wilayah Ngoho (Kabupaten Semarang) direncanakan mulai dicicil pada tahun 2026. Meski pembangunan tersebut dimungkinkan belum selesai 100 persen.

Menurut dia, agar masyarakat turut menjaga saluran air di kanan-kiri jalan agar aspal tetap bertahan lama.

"Aspal sekuat apapun kalau dilawan air setiap hari pasti akan terkikis. Harapannya masyarakat ikut merawat. Dan jika saluran air mampet bisa segera dibersihkan," pesannya.

Pelaksana proyek Erick Yudho Wibowo menjelaskan pekerjaan yang dilakukan merupakan paket rehabilitasi jalan dengan panjang efektif penanganan 3.365 meter.

Pekerjaan meliputi perbaikan campuran aspal panas, pembangunan saluran drainase, pengembalian kondisi bahu jalan, dan pemasangan batu talut di beberapa titik sesuai kebutuhan lapangan.

"Lalu ada pekerjaan utama berupa overlay satu lapis AUS AC-WC setebal 4 cm sesuai standar Bina Marga," katanya.

Ia menuturkan metode overlay dipilih karena lebih cepat dalam mengembalikan kondisi jalan dibanding opsi lain seperti beton.

"Kita mulai pekerjaan overlay hari ini. Perkiraan waktu overlay 3–4 hari. Durasi kontrak dari 7 November sampai 21 Desember, total 45 hari kalender," katanya.

Terkait ketahanan, katanya, struktur perkerasan aspal diperkirakan dapat bertahan hingga 10 tahun. Hal itu dengan masa pemeliharaan 185 hari setelah kontrak selesai hingga 19 Juni 2026.

Similar News