Pemkot siap sambut pemudik lebaran di Kota Malang
Jelang lebaran, sejumlah persiapan dilakukan guna menyambut masyarakat yang berlebaran di Kota Malang.
Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Jelang lebaran, sejumlah persiapan dilakukan guna menyambut masyarakat yang berlebaran di Kota Malang.
Meskipun pada 2026 diproyeksikan terjadi penurunan pergerakan masyarakat dibanding tahun sebelumnya, seluruh pihak tidak boleh lengah.
“Meski ada indikasi penurunan mobilitas, kita tidak boleh under estimated. Kota Malang adalah destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, kami tetap mempersiapkan secara maksimal, termasuk pos pengamanan dan pelayanan saat Idulfitri maupun Hari Raya Nyepi,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat 2026, sebagai langkah menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama bulan suci Ramadhan hingga Idulfitri 1447 H di Aula Sanika Satyawada Mapolresta Malang kota.
Rakor dihadiri dari unsur TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pertamina, hingga instansi terkait lainnya ini membahas potensi kerawanan lalu lintas, stabilitas pangan, distribusi energi, serta pengamanan kegiatan ibadah dan libur panjang masyarakat di wilayah Kota Malang dan Malang Raya.
Sementara itu, Kapolresta Malang kota AKBP Putu Kholis Aryana mengaku siap untuk ikut serta menjaga situasi aman.
”Kita pastikan pemudik dan wisatawan mendapatkan rasa aman serta pelayanan terbaik saat berada di Kota Malang Jawa Timur,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto, Selasa (3/3).
Mantan Kapolres Malang ini mengungkapkan ada sejumlah titik yang nantinya akan menjadi pusat perhatian apalagi dengan digelarnya Operasi Ketupat 2026.
Malang Raya merupakan salah satu titik akhir mobilitas masyarakat pada momen sosial Ramadhan dan Idulfitri, adanya implikasi meningkatnya volume kendaraan, khususnya di akses wisata, pusat perbelanjaan, serta jalur keluar-masuk tol.
“Exit Tol Madyopuro yang merupakan bagian dari ruas tol Malang – Gempol ,menjadi perhatian khusus. Pengelolaan arus akan dilakukan secara terintegrasi dengan Tol Lawang dan Singosari agar distribusi kendaraan lebih merata dan tidak terjadi bottleneck di wilayah Kota Malang,” jelasnya.
Tak hanya lalu lintas, tata kelola parkir dikawasan wisata dan pusat perbelanjaan tak luput dari perhatian pihak kepolisian apalagi dengan tidak sedikit masyarakat yang mengeluh kepadatan lalu lintas di pusat perbelanjaan dan terkait dengan parkir .
”Upaya pembinaan ke jurusan parkir serta penataan lokasi parkir dilakukan dengan libatkan instansi terkait akan di kuatkan sebagi upaya memaksimalkan layanan pada masyarakat,” singkat Kholis.


