Pemprov DKI perkuat perlindungan anak dari pengaruh radikalisme
Arsip Foto - Dua personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya berjaga di tempat terjadinya ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jakarta, Jumat (7/11/2025). Polda Metro Jaya menyebutkan sebanyak 55 orang mengalami luka-luka dalam ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat siang. ANTARA FOTO/Ika Maryani.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat upaya perlindungan anak dan remaja dari berbagai ancaman, termasuk pengaruh radikalisme dan terorisme yang kini disebarkan melalui media sosial atau forum daring.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Dwi Oktavia dalam kegiatan Pencegahan Tindak Radikalisme dan Terorisme di DKI Jakarta bertema “Pelajar Jakarta Anti-Viral (Anti Virus Radikal): Cerdas Beraksi, Damai di Hati” di Jakarta, Rabu.
"Media sosial, forum daring, hingga ruang pergaulan digital sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan ideologi kekerasan, intoleransi, dan kebencian. Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak dini menjadi sangat penting," kata Dwi.
Dia mengatakan anak dan remaja merupakan generasi penerus bangsa, yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Kendati begitu, terdapat beberapa kasus keterlibatan anak atau remaja dalam sejumlah kasus radikalisme dan terorisme.
Hal itu, menurut Dwi, membuka mata semua orang bahwa penyebaran informasi, penanaman kesadaran dan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi merupakan unsur-unsur yang sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan semua anak.
"Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Anak dan remaja (termasuk pelajar) bukan hanya harus dilindungi, tetapi juga dapat menjadi agen perdamaian yang mampu menyebarkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan kebhinekaan," jelas Dwi.
Salah satu upaya memperkuat perlindungan anak dan remaja dari pengaruh radikalisme, kata dia, yakni melalui kegiatan sosialisasi yang menghadirkan pakar-pakar terkait pencegahan radikalisme.
"Kegiatan sosialisasi seperti yang kita laksanakan hari ini merupakan salah satu bentuk langkah preventif untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Mari kita wujudkan DKI Jakarta sebagai daerah yang layak anak di mana setiap anak tumbuh bahagia dan terlindungi," ungkap Dwi.


