Penukaran uang baru tetap diminati di tengah maraknya transaksi digital

Tradisi memberi uang baru saat Lebaran membuat kebutuhan uang tunai tetap tinggi meski transaksi digital semakin berkembang di Indonesia.

Update: 2026-03-13 19:20 GMT

Foto: Intan Septiana Fizi

Indomie

Meskipun penggunaan transaksi digital terus berkembang pesat di Indonesia, penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idul Fitri masih diminati masyarakat. Tradisi memberikan uang baru kepada keluarga, anak-anak, maupun kerabat saat Lebaran membuat kebutuhan uang tunai tetap tinggi setiap tahun.

Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Faris Budiawan mengatakan peningkatan layanan transaksi digital tidak serta-merta mengurangi kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

“Ini juga sebuah hal yang menarik. Di Indonesia kulturnya memang berbeda terutama pada saat pelaksanaan Idul Fitri. Kami dari Bank Indonesia juga terus mendorong penggunaan layanan digital untuk transaksi-transaksi keuangan. Namun pada saat Hari Raya Idul Fitri ini kultur masyarakat untuk memberikan uang baru itu masih cukup kuat,” ujarnya kepada tim Radio Elshinta, Kamis (12/3/2026), di Basketball Hall Gelora Bung Karno, Jakarta.

Menurut Faris, kondisi tersebut membuat kebutuhan uang tunai tetap meningkat meskipun masyarakat semakin banyak menggunakan transaksi digital.

Karena itu, Bank Indonesia tetap menyediakan layanan penukaran uang baru agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan uang tunai menjelang Lebaran.

Intan Septiana Fizi/Mgg/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News