Percepat tangani sampah Kramat Jati, Pasar Jaya sewa 20 truk tambahan
Perumda Pasar Jaya menargetkan pembersihan 6.970 ton sampah di Pasar Induk Kramat Jati rampung dalam 12 hari melalui penambahan armada sewa dan penguatan sistem internal.
Perumda Pasar Jaya mengambil langkah cepat untuk menangani penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebanyak 20 unit truk sampah tambahan disewa dari perusahaan jasa pengangkutan resmi yang terdaftar di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan DPMPTSP.
Langkah ini diambil guna mempercepat pembersihan timbunan sampah agar aktivitas perdagangan kembali lancar serta menjaga kenyamanan pedagang, pengunjung, dan warga sekitar.
Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, merinci bahwa 20 armada sewa tersebut terdiri dari 19 unit truk tronton berkapasitas 20 ton per unit dan satu unit truk tipe typher dengan kapasitas 12 ton. Selain armada, pihaknya juga akan memperbaiki tembok belakang pasar yang mengalami kerusakan.
“Dengan tambahan 20 unit truk, penanganan sampah ditargetkan dapat selesai dalam 10 hingga 12 hari. Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah segera teratasi,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Topik menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Sebelumnya, kondisi sampah di pasar tersebut sempat viral di media sosial setelah volume sampah membengkak hingga 6.970 ton, atau setara dengan beban 410 truk tronton.
Penumpukan ini dipicu oleh kendala teknis pada penyediaan armada pengangkutan yang terjadi sejak 9 Maret 2026. Sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang, Perumda Pasar Jaya kini memperketat penertiban dan penyaringan (screening) alur pembuangan sampah di area pasar.
Selain mengandalkan unit sewa, Perumda Pasar Jaya tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik per unit. Armada internal ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir April 2026.
Tak hanya menambah armada, solusi berbasis teknologi juga mulai dijajaki sebagai langkah penanganan jangka panjang agar sampah dapat dikelola langsung dari sumbernya.
“Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang ada, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik,” pungkas Topik.
Beberapa teknologi yang tengah disiapkan untuk uji coba antara lain thermal hydrolysis serta sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero). Sistem ini diharapkan mampu menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di lingkungan pasar-pasar di Jakarta.
Krisanti/Rama


