Petugas haji masuk pelatihan mulai 10 Januari, pemerintah fokus perbaiki layanan jemaah

Update: 2026-01-09 11:00 GMT

Foto : Tangkapan Layar IG Wamenhaj : @dahnil_anzar_simanjuntak

Elshinta Peduli

ELSHINTA - Pemerintah mulai menyiapkan petugas haji 2026 melalui pelatihan terpusat untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah. Pelatihan akan dimulai pada 10 Januari 2026 dan berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur..

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut seluruh petugas wajib mengikuti pelatihan intensif tersebut.

“Mulai tanggal 10 Januari para petugas sudah masuk barak, istilah saya begitu. Mereka akan fokus mengikuti pelatihan di Asrama Haji, dan sebagian juga akan menjalani pelatihan di Halim,” ujar Dahnil di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan akan berlangsung sekitar tiga pekan dengan pendampingan trainer dan fasilitator khusus. Para fasilitator tersebut sebelumnya telah mengikuti Training of Trainer selama lima hari.

Dahnil mengatakan fokus utama pelatihan adalah memperkuat orientasi pelayanan kepada jemaah haji.

“Kami ingin memastikan orientasi utama semua petugas haji adalah pelayanan jemaah, bukan sekadar ikut atau ‘nebeng’ naik haji,” katanya.

Selain pelayanan, pemerintah juga menekankan integritas, kedisiplinan, dan kerja sama tim. Menurut Dahnil, pelayanan haji sangat bergantung pada kekompakan petugas di Madinah dan Makkah.

“Evaluasi kami tahun lalu menunjukkan masalah ada pada kerja tim, tingkat kedisiplinan, dan koordinasi. Itu yang ingin kami perbaiki,” ujarnya.

Untuk itu, Kementerian Haji dan Umrah menerapkan pola pembinaan yang menekankan disiplin dan kekompakan.

Elshinta Peduli

“Kalau ada yang menyebut ini militerisme, iya. Kami ingin mengadaptasi nilai-nilai kedisiplinan dan kerja tim yang kuat dari militer,” kata Dahnil.

Materi pelatihan mencakup pembinaan fisik, baris-berbaris, serta simulasi pelayanan di Tanah Suci. Ia menyebut sebagian besar tugas petugas haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

Dahnil menegaskan hanya petugas yang siap sepenuhnya yang diharapkan mengikuti pelatihan.

“Kalau merasa tidak siap karena alasan pekerjaan atau waktu, ya tidak usah jadi petugas haji. Yang ingin menjadi petugas haji itu jutaan orang,” katanya.

Pemerintah juga menyiapkan skema penghargaan bagi petugas haji berprestasi. Petugas dengan kinerja baik akan diprioritaskan untuk kembali bertugas pada tahun berikutnya.

“Selama ini hampir tidak ada reward. Ke depan, petugas yang berprestasi, termasuk dari unsur MCH, akan kami beri kesempatan lebih besar untuk bertugas lagi,” kata Dahnil.

Bery Hamzah/Rama

Elshinta Peduli

Similar News