PLN kembangkan PLTS Terapung Karangkates 100 MW, ditargetkan beroperasi pada 2026
PLTS terapung di Bendungan Sutami, Malang, berkapasitas 100 MW ini ditargetkan menghasilkan listrik bersih sekitar 219 GWh per tahun.
PLN Nusantara Renewables mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Foto : Dokumentasi PLN
PLN Nusantara Power melalui anak usahanya, PLN Nusantara Renewables, tengah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pembangkit berkapasitas 100 megawatt (MW) itu ditargetkan mulai melayani pelanggan pada 2026.
Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan energi baru terbarukan untuk memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.
Head of Finance and Administration PT PLN Nusantara Power Ndaru Trihatmoko mengatakan, PLTS Terapung Karangkates diproyeksikan mampu menghasilkan listrik bersih sekitar 219 gigawatt hour (GWh) per tahun.
“Pembangunan PLTS Terapung Karangkates diharapkan menjadi salah satu pembangkit surya terapung terbesar di Jawa Timur,” ujar Ndaru dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).
Ndaru menjelaskan, pembangunan PLTS tersebut memanfaatkan sekitar 5,3 persen dari luas area Waduk Karangkates atau sekitar 80 hektar perairan.
Menurut dia, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya ini tidak akan mengganggu fungsi utama waduk sebagai sumber irigasi, penyedia air baku, serta pengendali banjir.
Proyek PLTS Terapung Karangkates juga ditujukan untuk mendukung target penurunan emisi karbon dan implementasi rencana usaha penyediaan tenaga listrik berbasis energi hijau atau Green RUPTL.
Ndaru mengatakan, pembangkit ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga sekitar 181.000 ton karbon dioksida ekuivalen per tahun.
Pengembangan PLTS terapung ini mengikuti proyek serupa yang sebelumnya telah dibangun di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat.
Selain berfungsi sebagai pembangkit listrik, kawasan Bendungan Sutami juga memiliki potensi wisata. Di sekitar bendungan terdapat taman rekreasi, kolam renang, serta penginapan yang dikelola Perum Jasa Tirta I.
Vivi Trisnavia


