Prabowo tinjau struktur dan fasilitas hunian Danantara di Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Subianto meninjau struktur dan fasilitas hunian yang dibangun BPI Danantara bernama Rumah Hunian Danantara, di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.
Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto (tengah) meninjau struktur dan fasilitas hunian yang dibangun BPI Danantara bernama Rumah Hunian Danantara, di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). ANTARA/HO-YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden Prabowo Subianto meninjau struktur dan fasilitas hunian yang dibangun BPI Danantara bernama Rumah Hunian Danantara, di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi bangunan serta kelengkapan fasilitas yang disiapkan bagi warga terdampak.
Sebelumnya melakukan peninjauan, dia sempat menyalami dan berinteraksi dengan masyarakat yang telah menanti kedatangannya.
Usai menyapa warga, Prabowo yang tiba bersama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, lalu meninjau hunian yang pembangunannya dimulai pada 24 Desember 2025 itu.
Dalam peninjauan tersebut, CEO Danantara, Rosan Roeslani, memberikan penjelasan mengenai progres pembangunan hunian.
Ia mengatakan, Danantara tengah membangun sebanyak 600 unit hunian. Hunian tersebut dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain lima unit rumah dengan satu toilet dan kamar mandi, 14 dapur umum, mushola, serta taman bermain.
Selain itu, hunian itu juga dilengkapi fasilitas tempat tidur, kipas angin, serta akses WiFi gratis untuk menunjang kebutuhan dasar para penghuni.
Diketahui, sebanyak 198 unit telah selesai dibangun pada 1 Januari 2026, disusul total 600 unit yang akan siap huni pada 8 Januari 2026. Danantara menargetkan pembangunan hunian secara keseluruhan mencapai 15 ribu unit dalam tiga bulan.
Prabowo lalu menanyakan sejumlah hal, termasuk material yang digunakan untuk hunian tersebut.
"Ini dari seng ya?" katanya.
Mereka berdua berbincang mengenai hunian tersebut. Dalam perbincangan tersebut turut serta Mualem, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus H Yudhoyono, serta Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria.
Setelah itu, Prabowo menuju satu ruangan untuk menggelar rapat terbatas dengan 10 menteri, Manaf, Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah, beserta Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, dan jajaran.
Turut serta dalam rombongan Prabowo yakni Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri, Sugiono, Sekretaris Kabinet, Teddy I Wijaya, AHY, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
Selanjutnya, Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga R Prabowo.


