PTPN IV PalmCo catat 23,3 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan fatal

Update: 2026-01-26 05:30 GMT
Elshinta Peduli

 Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo mencatatkan 23,3 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan fatal selama beberapa bulan operasional terakhir sebagai hasil penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dijalankan di seluruh unit operasional.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa mengatakan capaian tersebut merupakan hasil proses panjang yang dibangun bertahun-tahun, bukan target jangka pendek atau program yang bersifat seremonial.

"Keselamatan kerja itu maraton, bukan sprint. Tidak bisa dibangun dengan pendekatan seremonial. Yang menentukan adalah konsistensi menjalankan sistem setiap hari, di setiap unit kerja," kata Jatmiko berdasarkan keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan salah satu kunci menjaga capaian jam kerja aman di tengah tingginya risiko kerja sektor perkebunan dan agroindustri adalah memastikan sistem K3 benar-benar diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari, mulai dari perencanaan pekerjaan, analisis risiko, hingga pengawasan di lapangan.

Setiap aktivitas kerja, lanjut dia, wajib melalui identifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko secara jelas agar pencegahan dilakukan sebelum insiden terjadi.

"Kalau sistemnya berjalan, pekerja terlindungi. Jam kerja aman yang panjang hanya mungkin dicapai jika pencegahan dilakukan secara konsisten," ujar dia.

Selain sistem, PalmCo juga membangun budaya keselamatan yang mendorong pekerja aktif melaporkan kondisi tidak aman serta berani saling mengingatkan tanpa rasa takut akan sanksi. Menurut Jatmiko, budaya tersebut dibangun melalui komunikasi dua arah dan keteladanan pimpinan di lapangan, sehingga keselamatan dipandang sebagai kebutuhan bersama, bukan beban kerja tambahan.

Elshinta Peduli

"Zero accident (nihil kecelakaan) tidak mungkin dicapai jika hanya manajemen yang berbicara. Pekerja harus merasa memiliki sistem keselamatan itu," ungkapnya.

Dalam menjaga konsistensi penerapan K3, PalmCo menyebut melakukan investasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia dengan membekali ratusan pekerja sertifikasi keselamatan kerja, termasuk ahli K3 umum. Menurut Jatmiko, pendekatan tersebut menempatkan K3 sebagai bagian dari kepemimpinan operasional, di mana setiap pimpinan unit bertanggung jawab langsung terhadap keselamatan tim kerja masing-masing.

"Keselamatan tidak berhenti di rambu atau alat pelindung. Yang menentukan adalah kepemimpinan dan perilaku sehari-hari," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa momentum Bulan K3 Nasional dimanfaatkan perusahaan sebagai sarana evaluasi berkelanjutan untuk menutup celah risiko yang masih ada, termasuk melalui penguatan pengawasan, pemanfaatan teknologi, dan integrasi K3 ke dalam proses bisnis.

"Selama risikonya masih ada, pekerjaan keselamatan tidak pernah selesai," tutur Jatmiko.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News