Satgas Saber jaga stabilitas harga daging sapi di tingkat RPH

Update: 2026-02-03 03:30 GMT

Sejumlah hewan sapi berada di dalam kandang. ANTARA/HO-Humas Bapanas

Elshinta Peduli

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan berkomitmen menjaga stabilitas harga daging sapi di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH), terutama saat menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan sebagai upaya mewujudkan hal itu, pihaknya melakukan inspeksi mendadak, salah satunya di Rumah Potong Hewan (RPH) Intisari 4, Tangerang Selatan, setelah muncul informasi rencana kenaikan harga daging sapi karkas.

“Kami mengunjungi RPH Intisari 4 setelah menerima informasi terkait adanya rencana RPH ini menaikkan harga sebesar Rp1.000 per kilogram dengan alasan rekondisi sapi dan faktor lainnya. Namun setelah kami telusuri bersama, ternyata di tingkat feedloter tidak terjadi kenaikan harga,” kata Ketut dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan informasi adanya rencana kenaikan harga daging sapi dalam bentuk karkas tersebut dinilai Satgas Saber Pelanggaran Pangan perlu ditelusuri penyebabnya, karena sebelumnya pemerintah bersama para pelaku usaha bersepakat jika sapi/kerbau bakalan (feedloter) sudah tidak ada kenaikan harga berat hidup sapi/kerbau bakalan jelang Ramadhan dan Idul Fitri.

"Tidak boleh menaikkan harga. Ini sebagaimana arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman," jelas Ketut.

Dia menegaskan pemerintah bergerak cepat mencegah lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Ia menyebutkan pasokan daging sapi/kerbau secara nasional masih mencukupi. Untuk itu, stabilisasi harga daging ruminansia bagi masyarakat harus terus terjaga agar tidak berfluktuasi.

Elshinta Peduli

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, untuk status ketersediaan komoditas pangan pokok strategis masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan di mana bertepatan dengan momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

Komoditas daging sapi/kerbau pun dipastikan masih cukup aman sampai Maret.

Total ketersediaannya Januari sampai Maret 2026 ini dapat mencapai 185,4 ribu ton berasal dari stok awal tahun 41,6 ribu ton ditambah produksi dan hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan di angka 125,2 ribu ton serta impor daging beku 18,5 ribu ton.

"Sementara angka konsumsi nasional berada di 179 ribu ton," beber Ketut.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda memastikan RPH Intisari 4 telah berkomitmen mengembalikan ke harga semula.

"Tadi sudah ditelusuri, ternyata memang akan segera dilakukan pengembalian harga ke harga normal, karena memang harga di tingkat feedloter sampai dengan Lebaran nanti, maksimal di Rp55.000 per kg," kata Agung.

"Harga di tingkat feedloter saat ini masih normal, sehingga di RPH-nya juga harus dilakukan koreksi," tambah Agung.

Dia berharap seluruh pedagang daging eceran di pasar-pasar tradisional agar menjaga stabilitas harga daging ke tataran normal.

Ia juga minta para pedagang di bawah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) maupun juga Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) untuk menjual harga daging sapi di harga yang sudah ditetapkan sesuai harga acuan yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional.

"Tidak ada (alasan harga naik) karena kita sudah menghitung ketersediaan sapi kita," tegasnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News