Sekjen PBNU Gus Ipul beri ucapan khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti

Update: 2026-03-20 01:45 GMT
Indomie

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf mengucapkan selamat Idulfitri kepada seluruh umat Islam yang merayakan Idulfitri lebih awal, Jumat (20/3/2026).

“Selamat berlebaran Prof Mukti (Sekum Muhammadiyah) dan seluruh jamaah Muhammadiyah serta semua yang merayakan Idulfitri di hari Jumat,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, perbedaan waktu perayaan Idulfitri merupakan bagian dari rahmat Allah yang patut disikapi dengan kedewasaan, ketulusan, dan semangat persaudaraan. Di tengah perbedaan tersebut, umat Islam justru memiliki kesempatan untuk menunjukkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan bangsa.

Ia menegaskan bahwa tradisi ketimuran yang menjunjung tinggi persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga harmoni sosial harus terus dirawat. Idulfitri, kata dia, semestinya menjadi momentum untuk meneguhkan kerukunan dan solidaritas antar sesama.

“Perbedaan ini adalah bagian dari rahmat Allah. Karena itu, mari tetap membangun persaudaraan, menjaga tradisi persatuan, serta berharap keberkahan Idulfitri menjadi jalan untuk memperkuat kerukunan dan solidaritas,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan, perbedaan dalam penetapan hari raya bukanlah alasan untuk merenggangkan hubungan, melainkan fitrah yang harus dijaga. Justru dalam perbedaan itulah, kata dia, kebersamaan menemukan maknanya yang paling hakiki.

“Perbedaan adalah fitrah yang harus dijaga. Ini momentum untuk membangun kebersamaan di tengah perbedaan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga mengajak umat Islam untuk memperluas makna Idulfitri dengan menghadirkan kepedulian terhadap situasi kemanusiaan global, khususnya konflik dan perang di Timur Tengah. Ia berharap perang segera mereda karena dampaknya dapat meluas ke berbagai kawasan dan menambah penderitaan kemanusiaan.

Elshinta Peduli

“Tentu kita berdoa semoga perang di Timur Tengah segera mereda, karena dampaknya bisa ke mana-mana jika tidak selesai. Doa ini sekaligus menjadi imbauan kepada semua pihak agar menghentikan perang,” ujar Gus Ipul.

Ia menekankan bahwa di tengah berbagai tantangan global, kebersamaan menjadi sangat penting untuk terus diperkuat, baik dalam ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, maupun ukhuwah wathaniyah.

“Di sini pentingnya kebersamaan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Sementara itu, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, dan PBNU juga mengikhbarkan Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Suwiryo/Ter

Elshinta Peduli

Similar News