Sinergi BRIN dan UAG University dorong transformasi Manajemen Talenta Riset Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG University) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

By :  Widodo
Update: 2026-03-28 15:10 GMT

Founder UAG University sekaligus ESQ, Prof (Hor) Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian bersama Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., saat melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG University) pada Rabu 25 Maret 2026 di Ruang Rapat Besar Lt. 24, Gedung BRIN Thamrin, Jakarta Pusat.

Indomie

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG University) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Rapat Besar Lantai 24, Gedung BRIN Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat manajemen talenta riset Indonesia di tengah persaingan global yang semakin kompetitif.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen kedua institusi untuk membangun ekosistem riset unggul yang tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga pada kecerdasan emosional (EQ) dan spiritual (SQ) sebagai fondasi karakter peneliti.

Founder UAG University sekaligus ESQ Corp, Prof. Ary Ginanjar Agustian, menekankan bahwa penemuan besar sering lahir dari kondisi mental yang tepat.

“Melalui momentum bulan Syawal, kita berharap Nota Kesepahaman ini menjadi titik nol lahirnya terobosan besar. Saat para peneliti bekerja dalam kondisi tenang dan fokus, di sanalah inovasi yang mengakselerasi Indonesia Emas 2045 akan tercipta,” ujar Prof. Ary Ginanjar.

Prof. Ary juga menyoroti tantangan hilirisasi inovasi pada sektor pangan, energi, dan air sebagaimana menjadi prioritas nasional. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 300 peneliti per satu juta penduduk, tertinggal dari Malaysia (2.300 peneliti) dan Korea Selatan (4.000 peneliti), sementara target Indonesia Emas menuntut ketersediaan 4.000 talenta IPTEK per satu juta penduduk.

Elshinta Peduli

Sebagai solusi, UAG University menghadirkan program Manajemen Talenta berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui platform TalentDNA untuk memetakan potensi dan karakter peneliti secara presisi, sehingga penempatan dan pengembangan talenta riset menjadi lebih efektif.

“Kami memimpikan BRIN pada tahun 2030 bertransformasi menjadi lokomotif riset Indonesia dan powerhouse yang mendorong hilirisasi inovasi secara masif,” tambah Prof. Ary.

Kepala BRIN, Prof. Arif Satria menyampaikan apresiasi atas dukungan UAG University dalam penguatan manajemen talenta. Menurutnya, kemampuan mengelola talenta menjadi kunci untuk melahirkan periset yang unggul, berdedikasi, dan berintegritas.

“Kita membutuhkan periset kelas dunia yang karyanya membawa kemajuan nyata. Manajemen talenta adalah jalan terbaik untuk meningkatkan kualitas human capital di BRIN,” tegas Prof. Arif Satria.

Ia menambahkan, kekuatan ekonomi global sangat ditentukan oleh kekuatan riset suatu bangsa. Karena itu, BRIN menargetkan riset yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi berdampak nyata melalui varietas unggul, paten, hingga lahirnya ilmuwan kelas dunia. Kolaborasi ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara hasil riset dan dunia industri agar inovasi dapat dimanfaatkan secara luas.

Selain penguatan manajemen talenta, kerja sama ini membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen UAG University untuk memanfaatkan fasilitas BRIN melalui program Degree by Research, akses laboratorium, serta program magang.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dihadiri jajaran pimpinan kedua institusi, termasuk perwakilan pimpinan BRIN dan Universitas Ary Ginanjar.

Kerja sama BRIN dan UAG University diharapkan menjadi katalisator lahirnya ekosistem manajemen talenta riset yang komprehensif serta melahirkan generasi periset Indonesia yang adaptif, berkarakter, dan siap menjawab tantangan global menuju Indonesia Emas 2045. (Dd)

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News