Tahlilan Kemensos untuk Prajurit TNI yang gugur di Lebanon

Update: 2026-04-07 18:30 GMT

Mensos Gus Ipul mengikuti tahlilan mendoakan prajurit TNI yang tewas di Lebanon, di Gedung Aneka Bhakti, Jakarta, Senin (6/4/2026)

Indomie

Kementerian Sosial menggelar doa bersama dan tahlil untuk tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dalam sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut para prajurit yang gugur sebagai pahlawan bangsa. Ia berharap para prajurit tersebut mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Kita memberikan doa, itu adalah pahlawan-pahlawan bangsa Indonesia, kita harapkan menjadi syuhada, jadi golongan orang-orang yang syahid, orang-orang yang syahid, tidak pakai hisab, langsung masuk surganya Allah SWT,” katanya.

Tiga prajurit yang gugur dalam tugas tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Pembacaan tahlil dan doa dipimpin langsung oleh Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Pemberdayaan dan Fakir Miskin Ishaq Zubaedi Raqib.

Sebelum pembacaan tahlil, acara diawali dengan doa lintas iman yang dipimpin siswa-siswi Sekolah Rakyat dari wilayah Jabodetabek. Doa secara bergiliran dibacakan oleh Saepul Majid (Islam), Marcel Apriliano Ferdinand (Katolik), Fransiskus Manuel Manalu (Kristen), Lovelyne P. A. Luntungan (Buddha), serta Gusti Agung Radja Putra Arya Wiratama (Hindu).

Mereka menyampaikan harapan agar kebajikan para prajurit yang gugur menjadi penerang serta membawa kedamaian bagi keluarga yang ditinggalkan. Kegiatan tersebut juga menjadi simbol kebersamaan lintas agama dalam mendoakan para prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara.

Elshinta Peduli

Gus Ipul mengatakan tahlil yang dibaca tidak hanya ditujukan untuk mendoakan para prajurit yang gugur, tetapi juga untuk orang tua dan keluarga yang telah lebih dahulu meninggal dunia. Ia juga menilai praktik tahlil mengandung nilai-nilai yang sejalan dengan Pancasila.

“Bagi yang seusia saya mungkin pernah dengar Yasin Yusuf. Dia menceritakan tahlil itu, dia bilang begini tahlil itu sesungguhnya melaksanakan Pancasila,” tuturnya.

Menurut Gus Ipul, salah satu bacaan dalam tahlil adalah Surat Al-Ikhlas yang ayat pertamanya berbunyi “Qul huwallahu ahad” yang berarti “Dialah Allah, Yang Maha Esa”. Hal itu, menurutnya, mencerminkan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Itu adalah Ketuhanan yang Maha Esa, dan tahlil dalam prakteknya itu pesertanya tidak hanya orang islam, tapi siapapun boleh ikut, kalau di kampung-kampung, di daerah-daerah itu ketika tahlil dilakukan tidak pakai seleksi, selama mau hidup bersama-sama, selama itu bisa mengikuti tahlil,” kata Gus Ipul.

Ia menambahkan, praktik tahlil juga mencerminkan nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga keadilan sosial. Menurutnya, seluruh peserta yang hadir dalam tahlil duduk bersama tanpa membedakan latar belakang.

“Yang duduk di situ dapet semua, adil dapet berkat semua, itu adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” kata Gus Ipul.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, serta sejumlah pejabat tinggi madya Kemensos lainnya.

Rizki Rian Saputra/Ter

Elshinta Peduli

Similar News