Tiga desa di Kabupaten OKU dilanda banjir
Bencana banjir melanda tiga desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan meliputi Desa Tubohan, Panggal-Panggal dan Desa Ulak Pandan dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter.
Personel BPBD OKU membantu warga membersihkan material sisa banjir di Desa Ulak Pandan. ANTARA/Edo Purmana.
Bencana banjir melanda tiga desa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan meliputi Desa Tubohan, Panggal-Panggal dan Desa Ulak Pandan dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Efendi di Baturaja, Sabtu mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi pada Jumat (6/2) malam menyebabkan banjir melanda tiga desa di Kecamatan Semidang Aji tersebut.
Berdasarkan hasil pendataan, banjir merendam sebanyak 37 rumah warga dengan korban terdampak bencana alam mencapai 148 jiwa.
Meskipun tidak ada korban jiwa, namun bencana alam mengganggu aktivitas masyarakat karena ruas Jalan Lintas Sumatera ikut tergenang banjir dengan ketinggian air antara 20-70 centimeter.
"Bencana alam ini kedua kalinya terjadi setelah sebelumnya melanda puluhan rumah warga di Desa Ulak Pandan pada Rabu (4/2)," katanya.
Sebagai upaya penanggulangan, BPBD OKU menurunkan personel dan peralatan ke lokasi banjir untuk mengevakuasi korban terdampak bencana alam.
"Kondisi banjir di tiga desa tersebut saat ini sudah surut. Personel kami masih di lapangan untuk membantu warga membersihkan rumah dari sampah dan lumpur yang terbawa arus banjir," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia kembali mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan guna mengantisipasi korban jiwa.
"Kami juga meningkatkan pemantauan cuaca dari BMKG dan memantau debit Sungai Ogan dan Sungai Lengkayap sebagai upaya penanggulangan bencana alam sedini mungkin," ujarnya.

