Tim gabungan Bangka berhasil evakuasi nakhoda kapal nelayan
Tim gabungan Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi nakhoda kapal nelayan KM Kerapu Putih atas nama Alek (32), yang karam.
Personel tim gabungan mengevakuasi seorang nakhoda kapal nelayan yang karam akibat gelombang pasang di perairan Pantai Matras Sungailiat di Sungailiat, Minggu (30/11/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Bangka.
Tim gabungan Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi nakhoda kapal nelayan KM Kerapu Putih atas nama Alek (32), yang karam di perairan Pantai Parai, Sungailiat, Sabtu (29/11).
Kasat Polairud Polres Bangka AKP Arif Fabila di Sungailiat, Minggu, mengatakan, tim gabungan yang terlibat dalam operasi itu, relawan Laskar Sekaban, Bhabinkamtibmas Kelurahan Matras, dan masyarakat setempat.
Tim berhasil juga mengevakuasi kapal nelayan yang karam karena menabrak batu karang saat terjadi gelombang pasang.
"Berdasarkan hasil pendalaman, kapal yang dinakhodai Alek (32) itu awalnya berlabuh dengan jangkar pada pukul 05.00 WIB. Namun gelombang besar membuat posisi jangkar bergeser dan tidak mampu menahan arus. Kapal pun terseret hingga menabrak batu karang," kata dia.
Ia mengatakan kapal karam di perairan Pantai Parai atau koordinat 1°48'31.3"S 106°07'41.9"E.
Selain nakhoda yang berhasil diselamatkan, kata dia, seorang anak buah kapal itu, atas nama Andi Mulyadi juga berhasil diselamatkan.
"Kami bersama unsur terkait bergerak cepat untuk memastikan kapal dapat dievakuasi dan situasi tetap aman," katanya.
Dia menjelaskan KM Kerapu Putih juga berhasil dievakuasi lalu dibawa ke Dermaga Air Kantung untuk diperbaiki.
"Saya mengingatkan seluruh nelayan supaya tetap mewaspadai kondisi cuaca di daerah penangkapan, gelombang pasang yang biasanya disertai angin kencang dapat terjadi kapan saja," katanya.
Dia mengatakan semua kapal nelayan harus dipastikan dilengkapi dengan alat keselamatan berlayar, seperti jaket pelampung, pelampung, dan lampu navigasi.