TNI pastikan keamanan pasukan perdamaian di Lebanon
TNI jamin keselamatan prajurit Garuda yang terluka dalam misi perdamaian di Lebanon
Antara
TNI menegaskan komitmennya untuk memastikan perlindungan dan keselamatan personel Indonesia yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Iwan Bambang Setiawan, menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi prajurit TNI yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit St. George, Beirut.
Para prajurit tersebut merupakan bagian dari Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-S yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Dalam kunjungan tersebut, ia menjenguk tiga prajurit yang masih dirawat, yakni Letda Sulthan Wirdean Maulana, Pratu Rico Pramudia, dan Pratu Deni Rianto.
“Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen negara untuk hadir dan memberikan perhatian kepada prajurit yang sedang bertugas di daerah misi,” ujarnya.
Selain ketiga prajurit tersebut, dua personel lainnya, yakni Pratu Bayu Prakoso dan Pratu Arif Kurniawan, juga dilaporkan mengalami luka dalam insiden keamanan saat bertugas.
Dalam insiden yang sama, Indonesia kehilangan tiga prajurit terbaiknya, yakni Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon, Kapten Zulmi Aditya Iskandar, serta Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ikhwan.
Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap personel UNIFIL tersebut dan mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh.
Indonesia juga mendorong penyelenggaraan pertemuan luar biasa Dewan Keamanan PBB untuk membahas insiden tersebut.
Melalui langkah ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia sekaligus memastikan keselamatan seluruh pasukan yang bertugas di bawah misi internasional.

