Wamen BKKBN: Edukasi remaja kunci tekan pernikahan dini

Perubahan perilaku remaja dinilai butuh edukasi berkelanjutan dan dukungan lingkungan keluarga

Update: 2026-04-08 15:40 GMT
Indomie

Wakil Menteri BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan edukasi remaja menjadi kunci dalam menekan angka pernikahan dini di Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program yang menyasar langsung kelompok usia muda sebagai agen perubahan di lingkungannya.

“Upaya pencegahan pernikahan dini kami lakukan melalui program-program edukasi yang menyasar langsung kelompok remaja remaja yang khususnya berada di daerah-daerah," ujar Wamen Isyana saat menghadiri dialog Nasional tentang Pemberdayaan Masyarakat, di Balaikota Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Isyana menilai pendekatan teman sebaya efektif dalam menjangkau anak muda untuk menyampaikan pesan perubahan perilaku. Salah satu program yang dijalankan adalah Generasi Berencana (Genre) yang menyasar kelompok usia 10 hingga 24 tahun.

“Melalui Genre, anak-anak muda berkumpul dalam komunitas dan saling mengedukasi untuk mencegah pernikahan dini yang sering terjadi diIndonesia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa perubahan perilaku tidak dapat terjadi secara instan dan memerlukan proses yang berkelanjutan.

“Pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting karena berkaitan langsung dengan keputusan penting dalam lingkungan keluarga,” Ucapnya.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor, terutama dalam lingkungan keluarga dan pertemanan, dinilai penting untuk memperkuat efektivitas program pencegahan.

“Kolaborasi lintas sektor terutama pada lingkungan keluarga dan pertemanan sangat penting untuk memastikan upaya pencegahan pernikahan dini berjalan optimal." Tutupnya.

Farens Excel/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News