Wamenag luncurkan program Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia 2026

Kemenag meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia 2026 untuk membantu pemudik beristirahat selama arus mudik Lebaran.

Update: 2026-03-11 12:31 GMT

Foto: Rama

Indomie

Kementerian Agama RI meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik Idulfitri 1447 H dan Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026. Peluncuran dipimpin Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Romo juga melepas tim ekspedisi dari Radio Elshinta serta tim dari Kantor Kemenag di sejumlah wilayah.

“Kita bersyukur hari ini berada dalam acara pelepasan Ekspedisi Masjid Indonesia untuk menyatakan kesiapan masjid di seluruh Indonesia melayani para pemudik,” ujar Romo saat melepas tim ekspedisi.

Pelepasan tim ditandai dengan suara sirene yang menandakan dimulainya perjalanan sejumlah kendaraan ekspedisi menuju berbagai daerah.

Program Masjid Ramah Pemudik digagas Kementerian Agama untuk membantu pemudik beristirahat sekaligus menekan angka kecelakaan selama arus mudik Lebaran.

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masjid sebagai ruang pelayanan masyarakat.

“Kami berharap Masjid Ramah Pemudik ini dapat berkontribusi meminimalkan tingkat fatalitas kecelakaan para pemudik saat melakukan perjalanan mudik,” kata Arsad di Kantor Kemenag, Rabu (11/3/2026).

Menurut dia, masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pelayanan bagi masyarakat.

“Melalui program ini, masjid diharapkan memberi manfaat yang lebih luas, termasuk membantu para pemudik yang melakukan perjalanan jauh,” ujarnya.

Pada 2026, program ini melibatkan sekitar 6.589 masjid di berbagai wilayah Indonesia. Masjid-masjid tersebut akan dibuka selama 24 jam agar dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, salat, atau melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.

Rama Pamungkas

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News