Wamenhaj dan Airlangga perkuat ekosistem ekonomi haji

Sinergi Kemenhaj dan Kemenko Perekonomian dorong penguatan ekonomi haji dan umrah serta tekan cash outflow ke luar negeri

Update: 2026-02-13 16:00 GMT

Sumber: Kemenhaj

Elshinta Peduli

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (12/2/2026). Pertemuan membahas penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah untuk meningkatkan kualitas layanan jemaah.

Dahnil menegaskan pengelolaan haji tidak cukup dinilai dari keberhasilan ritual ibadah. Menurutnya, pengelolaan juga harus memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan.

“Pengelolaan haji harus dimaknai secara komprehensif. Tidak hanya sukses ritualnya, tetapi juga sukses membangun ekosistem ekonominya agar manfaatnya kembali kepada bangsa dan memperkuat pelayanan jemaah,” ujar Dahnil, dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Perputaran dana haji tercatat mencapai sekitar Rp40 triliun per tahun. Sekitar 80 persen dana tersebut mengalir ke luar negeri. Angka itu belum termasuk potensi dari dua juta jemaah umrah setiap tahun.

Kementerian Haji dan Umrah berencana mengembangkan asrama haji menjadi pusat logistik dan etalase produk nasional. Langkah ini ditujukan untuk menekan arus devisa keluar serta memperkuat industri dalam negeri.

Dahnil menyebut penguatan ekosistem ekonomi haji memerlukan kolaborasi lintas kementerian. Ia berharap Kemenko Perekonomian dapat mengoordinasikan langkah tersebut.

“Kami berharap Kemenko Perekonomian dapat mengorkestrasi kementerian dan lembaga terkait agar agenda penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah berjalan terpadu dan berdampak nyata,” tegasnya.

Elshinta Peduli

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto merespons positif rencana tersebut. Ia menekankan pentingnya langkah teknis yang terstruktur, termasuk pemetaan importir di Arab Saudi.

Pembangunan warehouse atau pusat distribusi di Arab Saudi dinilai penting. Fasilitas ini akan memudahkan produk Indonesia masuk ke pasar ritel setempat.

Di sektor pangan, pemerintah mendorong ekspor beras, makanan siap saji, serta bumbu pasta untuk kebutuhan jemaah di Tanah Suci.

Pertemuan juga membahas peluang peningkatan wisatawan Arab Saudi dan Timur Tengah ke Indonesia. Promosi akan dilakukan secara terintegrasi.

Selain itu, pengiriman logistik jemaah akan dioptimalkan melalui pemanfaatan penerbangan kosong atau empty flight guna meningkatkan efisiensi.

Bhery Hamzah/Rama

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News