Wamensos: Nilai perjuangan Diponegoro penting untuk perkuat persatuan bangsa
Foto: Humas Kemensos
Pemerintah menegaskan bahwa nilai perjuangan Pangeran Diponegoro relevan untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah tantangan global saat ini. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat menghadiri Haul ke-171 Pangeran Diponegoro di Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).
Agus Jabo mengatakan peringatan haul menjadi momentum refleksi jati diri dan arah kehidupan berbangsa. Ia menilai Indonesia bangsa yang kuat, namun perlu menata kembali karakter dan nilai kehidupan nasional.
“Jati diri karakter bangsa yang menyatu dengan alam, peka terhadap penderitaan rakyat, serta setia nguri-uri nilai dan warisan leluhur,” ujarnya.
Haul ke-171 Pangeran Diponegoro mengusung tema “Merajut Silaturahmi dalam Warisan Perjuangan”. Dalam kesempatan itu, Agus Jabo mengajak masyarakat mendoakan korban banjir dan longsor di Sumatra.
“Sebagai orang Jawa, kita diajarkan untuk mikul duwur mendem jero, mendoakan para leluhur yang telah mendahului kita, yang telah mendarmabaktikan hidupnya demi kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujar Agus Jabo.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi dunia yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, persatuan dan semangat gotong royong menjadi kunci menghadapi situasi global tersebut.
“Kita akan selamat jika terus bersatu, mempertahankan semangat nasionalisme, dan bergotong royong melindungi kepentingan nasional. Itulah cara kita menghadapi dunia yang tidak stabil,” tegasnya.
Agus Jabo menyebut pemerintah terus menjalankan program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut meliputi Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, kemandirian pangan, dan pembangunan kampung nelayan.
Ia mengatakan nilai perjuangan Diponegoro sejalan dengan cita-cita bangsa yang mandiri dan berkepribadian kuat.
“Indonesia hari ini kehilangan banyak tokoh panutan. Pangeran Diponegoro adalah figur yang sangat layak diteladani. Beliau lahir sebagai bangsawan, tetapi keluar dari keraton untuk manunggal (menyatu) dengan Tuhan, alam semesta, leluhur, dan rakyat kecil. Itulah jati diri orang Jawa yang sejati,” ungkapnya.
Menurut Agus Jabo, Pangeran Diponegoro bukan pencari kekuasaan, melainkan simbol keberanian dan cinta tanah air. Ia berharap peringatan haul tidak berhenti pada doa, tetapi diterapkan dalam kehidupan berbangsa.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial menyalurkan santunan kepada 69 anak panti asuhan. Santunan diberikan sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah kepada masyarakat.
Rizki Rian Saputra/Rama


