Warga Golantepus Kudus gotong royong tangani tanggul sungai jebol

Update: 2026-01-16 05:50 GMT
Elshinta Peduli

Warga Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bergotong royong menangani tanggul sungai yang jebol dan melimpas di sejumlah titik untuk mencegah banjir semakin meluas. Kepala Desa Golantepus Nuur Taufiq di Kudus, Jumat, mengatakan tanggul jebol pertama kali terjadi pada Kamis (15/1) sekitar pukul 09.00 WIB akibat tingginya debit air sungai yang dipicu curah hujan tinggi.

"Alhamdulillah, berkat dukungan warga yang langsung bergerak cepat bergotong royong, tanggul-tanggul yang jebol bisa ditangani. Total ada delapan titik tanggul jebol, baik berukuran kecil maupun sedang," ujarnya.

Meski demikian, tanggul yang sempat ditangani tersebut kembali mengalami kerusakan akibat debit air yang terus meningkat. Selain jebol, air sungai juga melimpas di sejumlah lokasi sehingga genangan banjir di permukiman warga belum surut.

"Hari ini debit air sungai kembali naik dan menyebabkan limpasan di beberapa titik. Warga kembali bergotong royong memperkuat tanggul agar tidak terjadi jebol maupun limpasan susulan," ujarnya.

Tanggul jebol dan limpasan tersebar di beberapa aliran sungai yang melintasi Desa Golantepus, di antaranya Sungai Piji, Sungai Dawe, Sungai Poceho, Sungai Prisen, dan Sungai Mrisi. Delapan lokasi tanggul jebol tersebut berada di beberapa wilayah RT dan RW, termasuk RT 1 RW 2, RT 2 RW 1, RT 4 RW 1, dan RT 5 RW 1.

Akibat kejadian tersebut, sekitar 30 rukun tetangga (RT) terdampak banjir. Diperkirakan lebih dari 4.500 warga terdampak, dengan jumlah rumah tergenang sekitar 2.500 unit.

Elshinta Peduli

Ketinggian air bervariasi, rata-rata sekitar 50 sentimeter (Cm), sementara di beberapa ruas jalan mencapai hampir satu meter sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Nuur Taufiq menambahkan kondisi sungai saat ini juga diperparah oleh pendangkalan serta belum optimalnya tinggi tanggul di sejumlah lokasi.

Sementara penanganan yang dilakukan warga, kata dia, masih bersifat sementara.

"Sebagian tanggul memang sudah permanen, tetapi tingginya masih kurang. Ketika debit air naik sedikit saja, langsung melimpas dan berdampak ke permukiman," ujarnya.

Ia berharap ada penanganan permanen dari pemerintah daerah, terutama peninggian dan perbaikan tanggul sungai. Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya Bupati Kudus bersama Kepala Dinas PUPR telah menjanjikan penyelesaian infrastruktur tanggul dan saluran air di wilayah RW 2 pada tahun 2027.

"Harapan kami janji tersebut bisa direalisasikan, karena wilayah Golantepus cukup rawan banjir jika curah hujan tinggi," ujarnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News