Warga Tanah Datar mulai tempati hunian sementara BNPB

Update: 2026-01-23 15:20 GMT

Seorang warga merapikan barang-barang di huntara BNPB di Kabupaten Tanah Datar, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Elshinta Peduli

Sebanyak 10 kepala keluarga (KK) di Jorong (Dusun) Padang Kunyit, Nagari (Desa) Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI.

"Alhamdulillah, saya bersama beberapa kepala keluarga lainnya sudah menempati huntara," kata salah seorang penghuni huntara, Syafrizal di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (23/1).

Syafrizal mengatakan ia bersama warga lainnya terpaksa pindah ke huntara karena rumahnya di Jorong Padang Kunyit terancam ambruk akibat fenomena tanah bergerak yang terjadi di akhir November 2025.

Sebanyak 19 KK yang terdiri dari 16 rumah di dusun setempat diungsikan BNPB untuk mencegah kemungkinan terburuk. Di huntara BNPB tersebut, setiap warga diberikan beberapa fasilitas pendukung di antaranya kasur, selimut, kompor, peralatan dapur hingga bantuan sembako.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah dan BNPB karena sudah bergerak cepat menangani kondisi bencana di sini," kata dia.

Penghuni huntara lainnya, Rita mengatakan pemerintah desa sudah menginstruksikan para pengungsi untuk menempati huntara sejak Selasa (19/1/2026).

"Kalau siang hari kami menempati huntara ini, tapi kalau malam masih tidur di rumah keluarga karena airnya belum tersedia," ujar dia.

Elshinta Peduli

BNPB bersama TNI membangun sebanyak 19 unit huntara di Jorong Padang Kunyit, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh. Saat ini 10 unit huntara dengan masing-masing rumah berukuran 4,8X6 meter sudah siap ditempati. Sisanya sembilan unit masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan selesai sebelum bulan puasa.

Terpisah, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly mengatakan pemerintah pusat menetapkan kabupaten tersebut sebagai skala prioritas dalam penanganan dan pemulihan dampak bencana.

Ahmad Fadly mengatakan saat ini pemerintah sedang menyelesaikan pembangunan 129 unit huntara. Namun, masih terdapat 385 KK yang rumahnya akan diverifikasi Badan Geologi terkait kelayakan tinggal di zona merah potensi bencana.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News