BAZNAS RI dan ANGKASA Malaysia kerja sama perkuat pemberdayaan ekonomi umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan Koperasi Masjid.
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI dan Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan Koperasi Masjid.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Acara ini dihadiri Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum, Ph.D., Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., serta Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Mohamad Arifin Purwakananta.
Turut hadir pula jajaran pengurus ANGKASA, antara lain Pengurus Besar Kanan Kumpulan Pembangunan Koperasi Tn. Hj. Nor Azmi Abd. Jalil, Pengurus Kanan Bahagian Pembangunan dan Perniagaan Koperasi Kariah Masjid Ustaz Mohd Safian Abdul Rahman, Pengurus Bahagian Antarabangsa Hjh Wan Azwati Wan Mohamed, Isteri Presiden ANGKASA Datin Seri Fauziah binti Talib, Pegawai Bahagian Antarabangsa Nur Farhana Zabha, serta Pegawai Bahagian Korporat Mohd Idzdihar Nooridzahir.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mokhamad Mahdum menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan zakat nasional.
"Implementasi kerja sama akan dilakukan melalui program Koperasi Masjid. Untuk masjid yang belum memiliki koperasi, kami akan membantu pembentukan koperasinya,” ujarnya.
Menurutnya, masjid memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi umat. “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan ekonomi. Jangan karena terlalu konservatif, kita justru meninggalkan kemaslahatan yang lebih besar,” tegas Haji Mo Mahdum.
"MoU hari ini menjadi MoU pertama di tahun 2026 bagi BAZNAS, dengan dua tema besar: koperasi dan masjid. Presiden Prabowo juga menggalakkan koperasi, dan Allah berfirman bahwa yang memakmurkan masjid adalah orang-orang beriman," ujar Haji Mo Mahdum.
Haji Mo Mahdum berharap, kehadiran ANGKASA dapat meningkatkan kapasitas koperasi masjid di Indonesia, baik dari sisi tata kelola maupun skala usaha. “Kalau generate income, koperasi yang semula level income-nya segini (rendah), kalau ANGKASA sentuh, income-nya akan naik levelnya,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden ANGKASA Datuk Seri Dr. Abdul Fattah Abdullah mengatakan, kerja sama ini bertujuan mempromosikan dan mengembangkan koperasi berbasis komunitas masjid sebagai instrumen penguatan ekonomi masyarakat.
“Anggota koperasi adalah ahli kariah (jemaah atau masyarakat sekitar masjid), termasuk nonmuslim. Ini merupakan konsep baru yang sejalan dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Nonmuslim juga memiliki hak sebagai anggota kariah, sebagaimana konsep bertetangga dalam Islam,” ujar Datuk Fattah.
"Kami ingin membentuk jejaring antar-masjid di seluruh dunia melalui aktivitas ekonomi, yang ke depan diharapkan menjadi konsorsium koperasi terbesar di dunia," lanjutnya.
Datuk Fattah berharap, melalui kerja sama ini masjid di Indonesia dapat berkembang dalam berbagai sektor. "Masjid harus kembali menjadi center of excellence, sebagaimana pada zaman Rasulullah SAW, di mana masjid menjadi pusat ibadah, pendidikan, ekonomi, dan penyelesaian persoalan umat. Koperasi masjid dapat menjadi instrumen penting untuk menghidupkan kembali peran tersebut," ujarnya.
Program ini akan diimplementasikan di sejumlah masjid yang tersebar di tiga wilayah, yakni Jakarta, Bogor, dan Bandung, termasuk di antaranya Masjid An-Ni’mah di Ciracas, Jakarta Timur; Masjid At-Taqwa di Jatinegara, Jakarta Timur; Masjid As-Sholihin di Cisarua, Bandung Barat; Masjid Daarul Rihlah di Rancabali, Kabupaten Bandung; serta Masjid Al-Hurriyah di Kampus IPB, Bogor.


