BI Bali dampingi UMKM adopsi digital untuk perluas akses pasar

Update: 2026-04-10 14:40 GMT

BI Bali mengadakan pendampingan sektor UMKM termasuk digitalisasi guna memperluas akses pasar di Denpasar, Bali, Jumat (10/4/2026). ANTARA/HO-BI Bali

Indomie

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mendampingi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pulau Dewata mengadopsi teknologi digital guna memperluas akses pasar.

"Pengembangan UMKM merupakan strategi penting kami dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald Dungdung Parluhutan di Denpasar, Bali, Jumat (10/4).

Pihaknya melakukan pendampingan selama satu tahun kepada UMKM itu untuk menjadi binaan bank sentral dengan fokus pada penguatan kapasitas digital dan perluasan pasar.

Dalam pendampingan itu, pihaknya menggandeng profesional untuk memberikan pemahaman, adopsi, dan mengoptimalkan teknologi digital dalam proses bisnis, khususnya meningkatkan penjualan daring.

Program pendampingan itu juga mengenalkan UMKM dengan berbagai platform digital, pelatihan praktis, dan mendorong integrasi teknologi guna merebut pasar dan mendongkrak daya saing.

Tak hanya itu, program pendampingan menggandeng Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Eximbank) untuk mendorong lebih banyak bisnis pelaku UMKM di Bali berorientasi ekspor.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM M Riza Adha Damanik mengapresiasi penyelenggaraan program itu sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi dan penguatan daya saing UMKM.

Riza menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan jumlah sekitar 56 juta unit, berkontribusi 60,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), serta menyerap 97 persen tenaga kerja.

Elshinta Peduli

Adapun program itu diharapkan menjadi salah satu solusi masalah yang dihadapi sektor UMKM yaitu tantangan produktivitas, skala usaha, serta akses pembiayaan, pasar, dan teknologi, sehingga berdampak pada masih terbatasnya kontribusi ekspor.

"Ke depan, kami mendorong transformasi ekosistem UMKM secara terintegrasi melalui penguatan legalitas usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta pendampingan berkelanjutan," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Luh Ayu Aryani mengajak pelaku UMKM mengimplementasikan hasil pembelajaran dalam pendampingan BI itu.

Selain digitalisasi, lanjut dia, penguatan kualitas produk, kemasan, dan merek juga merupakan poin penting guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News