BPS Jateng luncurkan aplikasi Latifa Next Generation, perkuat layanan statistik digital
BPS Jawa Tengah meluncurkan aplikasi Latifa Next Generation di Semarang, Kamis (5/3/2026)
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah terus melakukan inovasi dalam meningkatkan pelayanan informasi statistik kepada masyarakat. Salah satunya melalui peluncuran aplikasi Latifa Next Generation dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Standar Pelayanan Publik yang digelar di Aula Lantai 5 Kantor BPS Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (5/3/2026).
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Dr. Ali Said, M.A., mengatakan bahwa kegiatan FGD ini merupakan bagian dari komitmen BPS untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam penyediaan data statistik yang akurat, terpercaya, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi, tetapi juga menjadi wujud tanggung jawab institusi dalam menghadirkan data berkualitas yang dapat mendukung perumusan kebijakan berbasis data.
“Pelayanan publik bukan hanya sekadar masalah administrasi, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam menyediakan data yang akurat, terpercaya, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Ali Said.
Ia menjelaskan, BPS Provinsi Jawa Tengah saat ini menyediakan empat jenis layanan utama kepada masyarakat, yaitu layanan perpustakaan statistik, konsultasi statistik, produk statistik berbayar, serta rekomendasi kegiatan statistik bagi instansi pemerintah.
Seluruh layanan tersebut dapat diakses baik secara langsung melalui Pelayanan Statistik Terpadu (PST) di kantor BPS maupun secara daring melalui berbagai platform digital yang disediakan.
Sebagai bagian dari transformasi digital, BPS Jawa Tengah juga memperkenalkan Latifa Next Generation, yang merupakan pengembangan dari layanan Layanan Statistik Fast Response (Latifa) yang sebelumnya berbasis pesan singkat via WhatsApp.
Melalui pengembangan terbaru ini, sistem Latifa dilengkapi dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sehingga mampu memberikan respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan informasi statistik masyarakat.
“Kecepatan dan ketepatan informasi menjadi kunci di era digital saat ini. Melalui Latifa Next Generation, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi statistik secara lebih cepat dan responsif,” jelasnya.
Ali Said menambahkan, nama Latifa berasal dari bahasa arab yang memiliki makna kelembutan, keramahan, dan kepekaan, yang mencerminkan semangat BPS dalam memberikan pelayanan yang ramah serta mampu memahami kebutuhan pengguna data secara lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, BPS Jawa Tengah juga mengajak para pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, lembaga pemerintah, perbankan, media, hingga masyarakat sipil, untuk memberikan masukan terhadap standar pelayanan publik yang diterapkan BPS.
Masukan dari para pengguna layanan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan statistik kepada masyarakat.
Selain memperkenalkan inovasi layanan, BPS Jawa Tengah juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan pada Mei hingga Juli mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan data ekonomi yang akurat dan berkualitas guna mendukung perumusan kebijakan pembangunan nasional berbasis data.
Dengan berbagai inovasi pelayanan tersebut, BPS Jawa Tengah berharap akses masyarakat terhadap data statistik semakin mudah, cepat, dan transparan.
Akbar Bagus Prasongko/Ter


